Tewas dengan 3 Luka Tusuk, Motor dan Barang Berharga Lesap


Berita Terkini ~ Terkait kematian Ahmad Sarwan (53), diduga korban perampokan, saat ini masih diselidiki oleh kepolisian.

"Jasad korban langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui sebab pasti matinya. Dari sana nanti kita bergerak guna melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti," kata dia.
Susanto membeberkan, selain ditemukan tewas dengan kondisi berlumuran darah, beberapa barang milik korban juga diketahui hilang. Seperti sepeda motor, dan sejumlah barang berharga lainnya.

Sementara itu Susanto menjelaskan, setidaknya ada tiga luka tusuk di tubuh korban.

"Pemeriksaan sementara ada 3 luka tusuk, di bagian leher, perut dan punggung," sebut orang nomor satu di jajaran Polresta Pekanbaru ini.
Terpisah, sebelum Ahmad Sarwan (53) ditemukan tewas mengenaskan bersimbah darah, tetangga sempat melihat ada dua orang yang mendatangi rumah kontrakan korban.

Adalah Mar, salah seorang tetangga korban mengungkapkan, memang terlihat dua orang lelaki asing masuk ke dalam rumah.

Berselang sekitar satu jam kemudian, kedua orang tersebut pergi dengan menggunakan sepeda motor jenis Supra X.

Dia mengaku, tak ada suara keributan yang terdengar dari dalam rumah. Mereka terlihat memakai helm, sehingga wajahnya tidak kelihatan dengan jelas.

Mar melanjutnya, korban sendiri sehari-hari dikenal ramah dan baik oleh warga sekitar. Dia cukup bersahabat, dan juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Dia ramah orangnya. Tapi kalau soal dia ada masalah dengan orang saya tidak tahu," sambung Mar.
Diberitakan sebelumnya, pria bernama Ahmad Sarwan (53) ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi bersimbah darah di rumah kontrakannya, Jumat (25/5/2018) malam tadi sekitar pukul 21.30 WIB.

Yakni di Jalan Cipta Karya, Perumahan Sakato, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan.

Pada tubuhnya terdapat sejumlah luka bekas tusukan benda tajam. Dia ditemukan pertama kali dengan posisi tertelungkup.

Menurut informasi, sesaat sebelum kejadian, korban diketahui tengah seorang diri di rumah.

Jasadnya pertama kali ditemukan oleh Jhon Riko, anak angkat korban yang baru pulang dari kegiatan berbuka bersama dengan rekan-rekan kerjanya.

Namun saat mencoba mengetuk pintu, tak jua ada jawaban dari korban. Karena merasa curiga, korban pun membuka pintu.

Alangkah kagetnya dia, saat mendapati korban dalam kondisi tertelungkup. Lantai rumah di sekitar korban juga basah oleh darah.

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *