Memilih Pemimpin Berkualitas, Amanah dan Mampu Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Melalui Musyawarah



Yopinus Yodi S. Sos. 

Oleh: Yopinus Yodi S. Sos.
Selaku warga Negara yang baik kita patut mengapresiasi kinerja yang telah pemerintah lakukan sejauh ini baik pemerintah Daerah maupun jajaran pemerintah pusat Terutama Apresiasi untuk pemerintahan Bapak Insinyur Haji Joko Widodo yang telah banyak merubah kondisi infrastruktur Indonesia saat ini. Saya berharap pak Jokowi bisa menang kembali dan melanjutkan program kerja yang lainnya.

Tulisan ini Saya buat dengan harapan agar kita selaku masyarakat Kecamatan Jangkang tergerak hatinya untuk selalu berupaya memberikan sumbangsih berupa pemikiran-pemikiran positif, gagasan-gagasan yang kreatif untuk pembangunan kecamatan Jangkang secara Khusus, Kabupaten Sanggau secara umum maupun bagi kemajuan bangsa ini.

Kritik dan saran mutlak dibutuhkan demi kesempurnaan tulisan yang kurang bermutu nan sederhana ini. Bukan hal yang mustahil suatu saat orang Daerah bisa duduk di kursi Kepresidenan, Dalam konteks Negara demokrasi Pemilu seperti Pilpres, Pilleg, Pilgub dan sejenisnya merupakan salah satu wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat.

Dalam pesta demokrasi lima tahunan ini Rakyat memberikan hak pilihnya selaku pemegang kekuasaan tertinggi, yang mana pilihan tersebut akan menjadi penentu arah maju mundur nya jalan suatu pemerintahan. Layaknya seorang pencari kerja, Rakyat menggantungkan harapan di pundak mereka yang mengaku sebagai pembawa kesejahteraan dan pejuang kepentingan Rakyat.

Khusus untuk pemerintah daerah (Kab. Sanggau) pembangunan masih dirasa belum optimal terutama bagi daerah-daerah tertinggal.

Proses pembangunan berjalan tak ubahnya teori Perubahan Evolusi yang begitu lambat. Betapa tidak, hampir seabad bangsa ini Merdeka dua pembangunan mendasar yang menjadi harapan dan tumpuan Rakyat agar mampu menjangkau zona nyaman yang lain yakni pembangunan fisik yang merupakan idaman Rakyat pedalaman dan terpencil serta kesejahteraan ekonomi yang adalah harapan seluruh rakyat, tidak mengalami perubahan berarti dan terkesan monoton.

Rakyat membutuhkan sosok pemimpin yang "Mengerti, dan Memahami persoalan Rakyat serta Berkompeten dalam mencari jalan keluar nya". Rakyat membutuhkan terobosan-terobosan yang berarti, yang nyata dirasakan dan efektif dalam mengentaskan persoalan ekonomi bangsa.

Oleh karena itu masyarakat harus bersikap selektif dalam menentukan pilihan,banyak di luar sana mereka yang mengaku akan memperjuangkan kepentingan rakyat namun pada gilirannya tidak menghasilkan hal yang berarti. Oleh karena itu diperlukan semacam mekanisme pengambilan keputusan bersama untuk menunjuk sosok pejuang Rakyat yang sesungguhnya, sosok yang akan memperjuangkan kepentingan dan hak Rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut dapat dilakukan melalui musyawarah seluruh anggota masyarakat. Musyawarah memiliki peran yang amat penting dalam proses penentuan aktor politik yang sesuai dengan harapan dan amanat Rakyat. Musyawarah mengandung makna persatuan dalam wujud kebulatan suara, pengkajian dan penilaian kemampuan calon peserta Pemilu.

Musyawarah dapat mengakomodir berbagai aspirasi dan opini rakyat,dalam konteks Pileg DPRD Kabupaten/Kota, musyawarah dapat dijadikan sarana untuk mendelegasikan seorang pemimpin yang berkualitas, Amanat dan Mampu Mewujudkan kesejahteraan bersama di daerah yang menjadi tanggung jawabnya.

Dalam proses musyawarah, para peserta Pemilu dihadirkan guna menunjukkan visi-misi nya selama lima tahun kedepan, untuk melihat kecakapan serta pengetahuan nya dibidang yang akan diemban. Dihadirkan nya para calon dalam musyawarah agar masyarakat dapat melihat kemampuan dan latar belakang yang menjadi pertimbangan umum seperti tingkat pendidikan, Riwayat pekerjaan, pengalaman organisasi, dan sepak terjangnya dalam kehidupan bermasyarakat sebelum akhirnya diambil keputusan bersama untuk menunjuk satu atau dua atau lebih calon anggota dewan yang disesuaikan dengan kebutuhan yang dianggap layak, berkompeten dan Amanat untuk membuat Kecamatan Jangkang menjadi Kecamatan yang maju.

Tentunya pendelegasian tersebut dilakukan setelah terlebih dahulu dilakukan seleksi bersama oleh perwakilan-perwakilan adat dari setiap dusun yang ada, Mereka yang akan mewakili daerah nya tersebut (caleg) diikat berdasarkan adat untuk memberi kontrol terhadap kebijakan yang akan diambil agar selalu mengupayakan terwujudnya kesejahteraan bersama.

Apabila dikemudian hari ditemukan penyelewengan dan hanya mendirikan surga nya sendiri, maka masyarakat melalui lembaga adat akan meminta pertanggung jawaban dari yang bersangkutan. Dengan demikian tingkat suara rakyat tidak akan terbuang sia-sia. Namun demikian, rakyat tidak hanya berpangku tangan menunggu bantuan pemerintah seperti yang selama ini terjadi. Rakyat juga harus aktif berpartisipasi dalam upaya-upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah serta aktif membangun dirinya sendiri terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

Previous
« Prev Post

1 komentar:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *