Peran Doktor Mengabdi KKN UB Kepada Masyarakat


SINTANG. Tim lembaga penelitian dan pengabdian masyarakay Universitas Brawijaya Malang (UB), dengan melalui program pengabdian kepada masyarakat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Doktor mengabdi, dan juga kegiatan kuliah kerja Nyata Mahasiswa, kurang lebih sepekan ini telah melakukan pembinaan kepada masyarakat di Desa Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam Permai, terkait pengembangan Kain Tenun Ikat Desa Ensaid Panjang.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Amin Setyo Leksono saat ditemui di tempat kerjannya, Kamis (18/07/2019), dikatakannya, bahwa mahasiswa yang Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta dari Fakultas Pertanian. “Kegiatan ini dijadwalkan selama dua pekan, yaitu dari tanggal, 13 hingga 26 Juli,” bebernya. 

“Dalam hal ini pula, Universitas Brawijaya menerjunkan tiga orang pakar Konservasi dan Budidaya Pertanian serta enam orang mahasiswa KKN, kegiatan ini bertujuan untuk merevitalisasi kearifan lokal dan keterampilan masyarakat, dalam memanfaatkan potensi tumbuhan lokal sebagai bahan pewarna alami kain tenun,” jelasnya.

Ditambahkanbya, bahwa betapa pentingnya meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah perkebunan untuk sumber energi alternatif dan pupuk kompos, serta pengembangan, kelembagaan adat dan seni.

“Doktor mengabdi yang terdiri tiga doktor dari Universitas Brawijaya Malang yang di motori oleh Amin Setyo Leksono, Ph.D., 6 mahasiswa Universitas Brawijaya dan lima doktor dari Universitas Kapuas Sintang yang dimotori oleh Dr. Pether Sobian. Tim doktor mengabdi diterima dan dilepas langsung oleh Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M.Med. PH., di Kantor Bupati Sintang,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Tim Doktor Mengabdi dari Universitas Kapuas (Unka) Sintang Peter Sobian menerangkan, bahwa Unka menerjunkan lima orang Doktor dalam kegiatan ini. Untuk kegiatan Doktor Mengabdi, dipimpin oleh Dr. Amin Setyo Leksono (Unibraw) dengan anggota terdiri dari Dr. Aminudin Afandhi (Unibraw), Irfan Mustafa, Ph.D (Unibraw), Dr. Peter Sobian (Unka), Dr. Lin Magdalena (Unka), Dr (c) Gunawan (Unka), Dr. Markus (Unka) dan Dr. Redin (Unka).

Tentang para perajin tenun yang diikutsertakan dalam kegiatan ini, menurut Peter Sobian ada 40 orang. Di Desa Ransi Panjang ini ada empat buah Dusun, yaitu Dusun Rentap Selatan, Dusun Ensaid Pendek, Dusun Ensaid Baru dan Dusun Empenyauk. Masing-masing Dusun diwakili oleh 10 orang perajin. Dikatakannya, Universitas Brawijaya Malang Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Sintang, Yayasan Melati Sintang dan Lembaga-lembaga Pendidikan di Kabupaten Sintang. (**)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *