Kratom, Berkhasiat atau Berbahaya?

Foto : ist

Detiksatu.com
Tidak semua orang mengenal tanaman yang satu ini, Kratom dengan nama ilmiah Mitragyna speciosa merupakan tanaman yang banyak tumbuh liar di daerah Kalimantan, tanaman ini biasanya tumbuh disekitaran sungai. 

Kratom mempunyai banyak khasiat dan manfaat sekaligus efek bagi kehidupan manusia, biasanya tanaman ini digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati rasa sakit pada tubuh, penghilang alergi, penyembuh diare, membuat rileks dan lain sebagainya. 

Tanaman Kratom merupakatan tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional di Kalimantan dan daratan Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Myanmar dan Singapura.

Manfaat Kratom ini sudah banyak dipergunakan hampir diseluruh dunia, Namun Legalitas Tanaman Kratom ini masih dipertanyakan. 

Bahkan hampir 300.000 Petani di Kalimantan menjadikan Tanaman Kratom sebagai sumber pendapatan. Seorang petani yang menjadikan kratom sebagai sumber pendapatannya, setiap hari memanjat pohon kratom yang tingginya belasan meter tanpa menggunakan alat yang berada di hutan Kampung Tembak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Saat sampai dipuncak pohon, lalu petani itu mengeluarkan parang dan mulai memotong ranting ranting dari pohon kratom itu. Begitu dirasa cukup, dia lalu turun dan segitulah panen Kratom nya hari itu. 

Sudah 5 Tahun ia menjalani pekerjaan memanjat pohon Kratom,Bahkan sampai mengganti setengah hektar lahan karetnya dengan Kratom. Setelah daun terkumpul, Daun kratom ini diikat dan digantung didalam rumahnya untuk dikeringkan. 

Setelah itu akan dibuat seperti remahan daun teh dan diproses ke penepungan, Habis itu dikemas dan dijual dalam bentuk tepung. Cara penggunaannya juga beragam, banyak yang mengubahnya menjadi bentuk ramuan teh, menjadi kapsul, tablet, bubuk dan dalam bentuk cair.

Dalam waktu sebulan, ia bisa memanen sekitar 300 Kg daun kering kratom untuk dijual. Ada sekitar 300.000 petani Kalbar yang mulai menjadikan kratom sebagai sumber mata pencaharian nya. Kratom-kratom ini biasanya diekspor ke Negara Negara lain, salah satu tujuan ekspor terbesar adalah Amerika Serikat, meskipun dibeberapa negara bagian lainnya melarang ada nya ekspor kratom. Dinegara bagian New York, kratom mulai tersebar, banyak konsumen kratom menggunakannya untuk terapi.

Legalitas Kratom dibeberapa negara: yang pertama di Australia, Tahun 2005 setelah kratom mulai populer disana, Pemerinrah Australia segera melarang, mengharamkan kratom karena digolongkan sebagai obat narkotika. 

Di Belgia kratom bukanlah sesuatu zat yang harus dikontrol dan dipermasalahkan, kratom masih bebas dikonsumsi dan legal di Belgia. Di Brazil, Kratom sudah dianggap sebagai zat yang diterima dibeberapa komunitas bahkan sudah banyak menawarkan ke toko-toko lokal. 

Di Finlandia, Kratom merupakan zat yang perlu dikontrol, meskipun begitu kratom tetap masih bisa dikonsumsi tetapi dengan resep dengan jumlah takaran yang sesuai. Di Jerman, Kratom merupakan zat yang perlu diregulasi, pembelian ratom melalui jalur tidak resmi akan mendapat sanksi penjara. Di Inggris, Kratom sudah diilegalkan sejak tahun 2016. Di Belanda, Kratom masih bebas dan Belanda merupakan distributor Kratom no 1 di Eropa, Belanda membeli kratom dari Indonesia.

Banyak Jurnal ilmiah yang meneliti efek samping dan manfaat dari Kratom ini, Analisis data menunjukkan, Kratom memiliki manfaat seperti obat penenang, mengurangi rasa nyeri, efek stimulan dan lainnya. 

Selain itu Kratom juga memiliki efek samping yang cukup mengerikan, yakni Kolestasis Intrahepatik yaitu kondisi dimana kratom memengaruhi aliran empedu hati, Efek samping lainnya seperti kejang-kejang, aritma, mengganggu fungsi memori, koma (tak sadarkan diri) hingga efek paling mengerikan yaitu menyebabkan kematian. 

Di Amerika Serikat tercatat terdapat sekitar 130 orang yang meninggal karena efek obat opioid ini. Efek lainnya lagi yang ditimbulkan yakni Poliuria, adalah kondisi dimana terdapat bagian tubuh memproduksi air seni secara berlebihan atau lebih banyak dari jumlah normal, yakni lebih dari 2,5 – 3 Liter dalam waktu 24 jam pada orang dewasa. Gejala Poliuria yaitu demam, nyeri, muntah, mengigil, peningkatan rasa haus ataupun lapar, kelelahan, urin berwarna keruh atapun bercampur dengan darah, keluarnya cairan dari kemaluan.

Daun kratom terdapat senyawa yang bisa mengubah pikiran bahkan mempengaruhi reseptor otak yang hampir sama dengan morfin.Hal ini tentu menjadikan kratom sebagai obat herbal yang populer. 

Selain itu didalam Kratom terdapat kandungan alkaloid mitraginin dan 7-hydroxymitragynine yang terbukti mempunyai efek analgesik, anti-inflamasi atau pelemas otot.

Orang orang yang mengonsumsi kratom dalam dosis besar berisiko mengalami keracunan dan menerima efek buruk dari kratom, terutama bagi mereka yang juga mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Badan Narkotika Nasional (BNN) berupaya mendorong pemerintah untuk melarang peredaran tanaman kratom. BNN menyebutkan bahwa saat ini mereka sedang mengajukan ke Kementrian Kesehatan untuk menaikkan klasifikasi kratom sebagai narkoba golongan satu. 

Kratom itu sepuluh kali lipat lebih berbahaya dibandingkan kokain atau marijuana.
Terlepas dari efek baik dan buruknya, penjualan daun kratom kini  juga mudah didapatkan di Indonesia dan sedangkan meyakinkan pemerintah bahwa kratom tidak akan disalahgunakan di Indonesia dan digunakan dengan dosis yang sesuai.


Penulis : Eva Listianingsih

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *