Lewati Sidang Pertama 2 Orang Terdakwa Karhutla Sanggau,Menjadi Tahanan Rumah.


Sanggau,Detiksatu.com
Sidang Pertama terdakwa Sugiman Warga Dusun Tapang Peluntan RT. 001/000 Desa Sei Tekam Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau dan Teruna Anak  Dusun Tapang Peluntan RT. 001/000 Desa Sei Tekam Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau,Sebagai bagian dari Kasus Karhutla yang ada di kabupaten Sanggau Dikawal 127 personil  Polres Sanggau,Di Pengadilan Negeri Sanggau, Pada (25/11/2019).

Disamping itu tutut hadir juga Berbagai Organisasi Masyarakat Adat Dayak dalam mendukung dan Mengawal jalanya persidangan yang berlangsung dengan Tertib, Diantaranya DAD (Dewan Adat Dayak) PDKS (Pemuda Dayak Kabupaten Sanggau) Tariu Borneo Bangkule Rajakng, DRAF ( Dayak Rights Action Force) Pemuda Katolik Kabupaten Sanggau.

Agenda dalam Persidangan tersebut merupakan agenda Pembacaan Dakwaan Nomor Perkara : 303/Pid.B/LH/2019/PN Sag dan Nomor Perkara : 302/Pid.B/LH/2019/PN Sag dengan Perkara : Kebakaran Hutan.

Usai Melaksanakan sidang Saat Jumpa Pers Dihadapan Awak Media Sekretatis Jendral DAD Kabupaten Sanggau, Urbanus menyampaikan tiga hal terkait kasus yang menimpa warganya itu. 

Pertama bahwa DAD mengapreasiasi pihak Pengadilan Negeri Sanggau yang mengabulkan permohonan pengalihan tahanan, dari tahanan rutan ke tahanan rumah.



"Surat dari DAD dikabulkan karena permohonan kita meminta kepada hakim untuk mengabulkan pengalihan tahanan dari tahanan rutan ke tahanan rumah," tutur Urbanus. 

Kedua, Urbanus meminta kepada seluruh elemen masyarakat Dayak untuk menjaga ketentraman dan ketertiban selama proses persidangan.

"Karena kita masyarakat adat adalah masyarakat yang bernartabat yang harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, keadilan harus ditegakkan demi hukum di indonesia.

Ketiga, kepada seluruh elemen masyarakat, baik Pemerintah, aparat penegak hukum, pihak perusahaan maupun masyarakat adat diminta untuk saling menghargai 

"Kalau kita sudah saling menghargai maka Sanggau ini akan tenang, damai dan tentram. Saya minta kepada masyarakat harus mengerti bahwa ini proses hukum yang harus kita junjung tinggi," pungkasnya.

Terakhir, Urbanus meminta kepada pihak Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri untuk melihat secara jernih persoalan yang menimpa pak Sugiman dan pak Teruna yang sudah dilaporkan pihak - pihak tertentu.

Sementara itu, Kapolres Sanggau AKBP. Imam Riyadi menegaskan bahwa pihaknya dari awal berkomitmen tidak inginmengkambing hitamkan peladang terkait penanganan karhutla.

"Jadi permasalah di Sanggau berbeda dengan di Sintang. Di Sanggau kami melskukan penanganan terhadap korporasi. Coba dicek Kabupaten mana yang melakukan penanganan karhutla yang melibatkan korporasi atau perusahaan, salah satunya Sanggau," Ujar Kapolres 

Terkait dua orang dari suku Dayak yang saat ini menjalani proses persidangan, itu adalah rangkaian dari kejadian karhutla yang terjadi.


"Saya setuju teman - teman dari DAD hadir ini untuk mengawal proses persidangan agar berjalan sesuai dengan aturan. (Kornelis).

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *