Pemkot Depok Akan Gusur Kampung Bulak Untuk Pembangunan Universitas


Sumber foto : Tirto id



Persoalan terjadi di kawasan kampung Bulak Depok Jawa Barat. Di dikawasan ini akan dibangun sebuah perguruan tinggi bertaraf internasional Islam pertama di Indonesia.

Para petugas keamanan maupun satpolair PP kembali melaksanakan pembersihan terhadap lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia ( UII). 

Menurut kepala satpol PP kota Depok Lienda Ratnatulangi mengatakan, penertiban lahan di daerah tersebut telah memasuki hari ke lima.Dalam melakukan pengosongan lahan, Pemerintah Kota Depok menerjunkan 759 personel dari Satpol PP, Linmas, Dishub, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), dan Pemadam Kebakaran.

Selain Satpol PP yang melakukan pembersihan ada bantuan juga dari kepolisian sebanyak 1.500 personel yang ditugaskan untuk mengamankan beberapa titik penggusuran dan TNI sebanyak 400 personel. 

Letak penggusuran ini terletak persis di sebelah Rumah Sakit Sentra Medika, Depok Jawa Barat. "Hari ini ada 41 bidang yang akan ditertibkan. Di dalamnya ada sekitar 12 sampai 14 bangunan permanen dan semi permanen yang berlokasi di area kerja Wika, Waskita Karya, dan Brantas Abipraya. Itu paket 2 dan paket 3," kata Lienda di lokasi penggusuran, Rabu (13/11/2019). 

Pada tahap pertama pihaknya sudah berhasil mengosongkan beberapa lahan seluas 81 hektar untuk keperluan pembangunan UII. Lalu Pemerintah Depok sendiri melakukan pengiriman Bakhoeu sebanyak 6 buah untuk menggusur wilayah yang masih ada beberapa pemukiman warga.

Masih menurut keterangan kepala Satpol PP Lienda yang sudah memberikan himbauan kepada warga sekitar untuk mengisinya rumah untuk keperluan pembangunan. 

Dari pemerintah kota sendiri sudah memberikan surat penggusuran lahan atau surat peringatan sebanyak tiga kali. Namun saat di lokasi, masih saja ada warga yang bertahan. Kemudian belum juga melakukan pembongkaran Rumah dan barang-barangnga belum juga dikemas. 

Lienda mengatakan bagi warga yang mematuhi peraturan presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2018 tentang penanganan dampak sosial kemasyarakatan dalam rangka penyediaan tanah untuk pembangunan nasional, akan diberikan santunan oleh pemerintah. 

Satu minggu setelah dilakukan pembayaran dari pemerintah. Rumah tersebut harus dikosongkan oleh semua warga. Namun, warga sekitar kampung bulak beranggapan bahwa lahan tersebut merupakan lahan verbording yang sudah ada sejak zaman Belanda.

Proyek pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) adalah proyek ambisius Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jokowi secara simbolis telah meletakkan batu pertama pembangunan pada 5 Juni 2018 lalu. Dan kini batu itu masih tertimbun urukan tanah . 

Kampus yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat ini bertujuan sebagai pusat peradaban Islam Indonesia yang sampai sekarang masih menyisakan sejumlah permasalahan. Pada bulan Agustus 2019 lalu Jusuf Kalla mengatakan bahwa kawasan pembangunan ini terkendala dengan adanya pemukiman warga dan tower milik RRI. 

Menurut warga sekitar yang bernama Sunarto dia dan keluarganya sudah tinggal sejak 2001 dikampung bulak ini. Dikampung itu lebih banyak pepohonan daripada rumah warga. Tanah yang ada di kampung ini salah satu tanah merah sehingga saat terkena hujan jalan menjadi becek dan banyak kubangan air. 

Sunarto kini tinggal di sebuah tenda yang berukuran persegi. Dia terpaksa membangun tenda itu karena penggusuran yang dilakukan oleh beberapa personil dari TNI, Satpol PP dan Kepolisian setempat. Kerugian dari penggusur itu mencapai 100 juta yang dialami oleh Sunarto. 

Domba yang diternakkan ada yang mati akibat penggusuran. Anaknya pun mengalami trauma akibat penggusuran area kampung bulak tersebut. Menurutnya penggusuran itu membuat anaknya mengalami gangguan psikis karena anaknya masih TK. Sunarto mengaku rumahnya  di atas tanah berstatus hak guna pakai, dibongkar paksa tanpa sosialisasi rinci dan surat peringatan dari pemerintah daerah.


 Penulis : Shabila Putri Kinanti

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *