Secangkir Refleksi Dalam Senduhan Coffe Break Diskusi Gemapala Akhir Tahun 2020

Fakfak Papua Barat - Detiksatu.com
Bertempat di Sekretarian Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) Gemapala Fakfak menggelar diskusi dan refleksi akhir tahun melalui aplikasi Zoom Rabu siang (30/12/2020) Wit bersama 11 orang aktifis pemuda dalam diskusi dan refleksi akhir tahun tersebut dengan tema `Peran Pemuda Dalam Membangun Papua di kalangan pemuda dan masyarakat yang ada di Kota Fakfak dan sekitarnya.

"Tujuan dari diskusi dan refleksi akhir tahun ini adalah untuk mencari saran dan masukan terkait sejauh mana peran pemuda dalam pembangunan di Papua Barat khusunya kabupaten Fakfak dengan situasi kekinian," Kata Ketua Gemapala Jemris di sela-sela diskusi dikantor sekretariat LSM Gemapala, Kelurahan Wagom Jalan Nuri Distrik Pariwari Fakfak, Papua Barat, Rabu.

Sehingga, kata Jemris , saran dan masukan yang didapatkan bisa dituangkan dalam rekomendasi kepada pemerintah kota/kabupaten dan provinsi, agar nantinya bisa menjadi bahan pertimbangan dalam membangun Papua Barat ke depan.

"Kami sengaja mengajak rekan-rekan pemuda di Fakfak untuk mengikuti Workshop online tentang Hasil Kajian Dampak Konsesi Hutan, Eksploitasi Hutan dan Sumberdaya Alam Terhadap Penghidupan Masyarakat Adat Bomberay di Fakfak) dengan menghadirkan para pemateri itu dari kalangan aktivis muda, biar lebih paham dengan situasi kekinian. Ada Aktifis sosial & lingkungan Papua Barat,..Godlief W. Kawer., beliau juga dari politisi muda Papua. Selain itu ada pula Dr. Obadja Andris Feneteruma, SP. MSi. (Dekan Fakultas Pertanian UNIPA-Manokwari) dan Dr. Jonni Marwa, S.Hut. MSi. (Dekan Fakultas Kehutanan UNIPA - Manokwari). Kegiatan ini dimoderatori oleh ibu Dr. Rima Siburian, S.Hut, MSi. (Dosen UNIPA - Manokwari).±

Sementara itu Jemris dalam pemaparannya mengemukakan bahwa belakangan ini pemuda di Fakfak dan sekitarnya lebih banyak menulis dan berkomentar tentang apa saja di media sosial tapi tanpa ada arah dan tujuan pasti.

"Ada baiknya lebih bijak dalam gunakan media sosial, tidak cepat termakan isu yang belum tentu benar," Kata Jemris yang juga ketua LSM Gemapala.

Sedangkan Jemris lebih bersifat mengajak pemuda Papua Barat untuk lebih berpikir kritis dengan menawarkan ide atau gagasan yang konstruktif kepada pemerintah.

"Bukan hanya dengan gelar demo yang belum tentu tepat sasaran, tetapi lebih perbanyak audiens dan lemparkan saran serta masukan, bagaimana membangun Papua Barat," kata Jemris.

Dalam sesi tanya jawab, Zul. I. Rumalean selaku PO (Program Officer) Gemapala Fakfak memberikan saran dan masukkan agar pemuda lebih memperhatikan lingkungan sekitarnya. kepedulian terhadap lingkungan sekitar menjadi tanggung jawab bersama yang di mulai dari pembiasaan diri sendiri, dan masih banyak hal-hal lainnya yang sesungguhnya tidak terlepas dari kepedulian bersama terhadap lingkungan.

"Saya melihat sekarang, pemuda lebih terpedaya dengan gadget, sibuk sendiri, tanpa melihat lingkungan sekitar. Padahal potesi hutan dan Pala diKota Fakfak cukup berlimpa yang harus dikembangkan ini juga perlu perhatian pemuda harus ambil peran tanpa menunggu pemerintah," Katanya.

Diskusi dan refleksi akhir tahun ini diakhiri dengan minum kopi dan foto bersama para pemateri dan peserta yang hadir dari beberapa aktif pemuda di Kota Fakfak dan sekitarnya.(Amatus Rahakbauw).

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *