Foto: Koordinator Presidium MD KAHMI
Lembata, Mustan Boli, M.Si (ist.)
Lembata, detiksatu.com II Malam penuh keberkahan menyelimuti Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT saat masyarakat berkumpul memperingati peristiwa turunnya Al-Qur’an atau Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah, Ahad, 8 Maret 2026.
Peringatan yang berlangsung meriah ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga ibu-ibu Majelis Ta’lim se-wilayah Lewulun, Kolipadan.
Kegiatan tersebut terselenggara melalui kolaborasi antara Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lembata dan Pemuda Islam Kolipadan.
Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai lomba bernuansa religi yang bertujuan menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat.
Beberapa di antaranya adalah lomba pengajian Al-Qur’an yang diikuti kategori anak-anak dan dewasa serta lomba qasidah yang menampilkan kreativitas anak-anak dan ibu-ibu Majelis Ta’lim dari berbagai wilayah Lewulun.
Ketua Panitia, Abdul Syukur, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata bertujuan untuk perlombaan, tetapi lebih sebagai sarana mempererat silaturahmi di antara umat.
“Kegiatan ini dimeriahkan dengan lomba baca Al-Qur’an oleh anak-anak, remaja, dan lomba kasidah. Bukan lomba yang menjadi tujuan akhir, melainkan rajutan silaturahmi antar sesama,” ujar Syukur dalam keterangannya, diterima detiksatu, Senin, 9 Maret 2026.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung kegiatan tersebut, terutama kepada KAHMI Lembata.
Ia berharap seluruh peserta dan masyarakat tetap menjaga keamanan serta ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Wakil Ketua BPM Rahudatul Mustaqiem Jalal Rebong, S.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Jalal Rebong berharap momentum Nuzulul Qur’an ini dapat menjadi fondasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan masjid.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dan menjadi sarana mempererat silaturahmi serta meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap kitab suci Al-Qur’an.
Tokoh muda Lembata, Ibrahim Kader, S.Pi., juga mengapresiasi keaktifan pemuda dalam menjaga nilai-nilai spiritualitas di Kolipadan.
Ibrahim Kader menilai kolaborasi antara KAHMI Lembata dan Pemuda Islam Kolipadan merupakan langkah positif dalam membangun kehidupan sosial masyarakat.
Komisioner KPU Lembata itu mengingatkan agar nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya diperingati saat Nuzulul Qur’an saja, tetapi juga dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Makna dalam surah yang dibacakan oleh para peserta mestinya menjadi refleksi dalam menjalankan kehidupan antar sesama,” ujar Ibrahim Kader.
Alumni HMI Kupang itu juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di desa untuk terus berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan keagamaan.
Sementara, Koordinator Presidium MD KAHMI Lembata, Mustan Boli, M.Si., menegaskan bahwa kehadiran KAHMI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen terhadap dua nilai utama, yakni keadaban (religiusitas) dan kecendekiaan.
Menurut Mustan, Al-Qur’an bukan hanya kitab yang dibaca dalam pengajian atau dilombakan melalui seni qasidah, tetapi merupakan panduan hidup dalam membangun tatanan sosial yang adil dan makmur.
“Kolaborasi antara KAHMI Lembata dan Pemuda Islam Kolipadan malam ini adalah bukti nyata bahwa energi kaum intelektual dan semangat militansi pemuda desa bisa menyatu dalam satu napas perjuangan syiar Islam,” ungkap Mustan, mantan Camat Nagawutung.
Ia juga mengaku bangga melihat antusiasme anak-anak yang mengikuti lomba pengajian, karena menurutnya hal tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam menanamkan karakter Qur’ani bagi calon pemimpin masa depan Lewulun.
Selain itu, Mustan Boli menekankan pentingnya peran intelektual muslim dalam pembangunan desa, termasuk melalui berbagai program pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis.
“Kita jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus mampu berkreasi dan berinovasi dalam penyediaan bahan pangan yang dibutuhkan untuk program tersebut,” ujar Mustan Boli.
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Kolipadan, Rumlan Dadu. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat di wilayah Lewulun.
“Kolaborasi antara organisasi daerah seperti KAHMI dan pemuda desa adalah kunci kemajuan kita bersama, terutama dalam menjaga akhlak generasi mendatang,” kata Rumlan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan zikir bersama yang dipimpin oleh Al-Ustadz Ismail Damir. Lantunan doa dan zikir yang menggema menghadirkan suasana haru dan ketenangan bagi seluruh jamaah yang hadir.
Reporter: Emanuel Boli