Gayo Lues,Detiksatu.com || Penanganan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues kembali menuai sorotan.Pemerintah daerah dinilai gagal menghadirkan langkah serius dalam melindungi masyarakat dari ancaman banjir, longsor, dan kerusakan lingkungan yang terus berulang setiap tahun.
Kritik itu disampaikan Yayasan Leuser Lestari Kabupaten Gayo Lues.Melalui sekretarisnya, Mussalam, yayasan tersebut menyatakan akan berkoordinasi dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait penanganan bencana hidrometeorologi di daerah tersebut.Menurut Mussalam,gugatan itu sedang dipersiapkan bersama biro hukum WALHI Aceh agar langkah hukum yang ditempuh sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan kondisi lingkungan di Gayo Lues,ujarnya.Minggu ( 24/05/2026 )
Rencana gugatan tersebut menjadi alarm bagi pemerintah.Sebab,bencana hidrometeorologi di Gayo Lues bukan persoalan baru.Hampir setiap musim penghujan, masyarakat terus dihantui banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur. Namun hingga kini, penanganan yang dilakukan dinilai belum menyentuh akar persoalan.Pemerintah dianggap lebih sering hadir setelah bencana terjadi, bukan melakukan pencegahan sejak dini. Kondisi itu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat,ke mana arah kebijakan mitigasi bencana selama ini???
Selain itu, lemahnya pengawasan terhadap kerusakan lingkungan juga menjadi sorotan.Aktivitas yang diduga berdampak terhadap kawasan hutan dan tata kelola lingkungan dinilai ikut memperparah ancaman bencana di wilayah tersebut.Namun publik menilai pemerintah belum menunjukkan ketegasan yang nyata.Padahal, Gayo Lues merupakan wilayah yang memiliki bentang alam sensitif dan berada di kawasan strategis ekosistem Leuser. Jika pengelolaan lingkungan dilakukan secara serampangan dan pengawasan terus melemah, maka ancaman bencana diperkirakan akan semakin besar.
Langkah gugatan ke PTUN kini menjadi simbol kekecewaan masyarakat sipil terhadap pemerintah. Ketika jalur hukum mulai ditempuh, itu menandakan kepercayaan publik terhadap keseriusan penanganan bencana mulai terkikis.Masyarakat berharap pemerintah tidak lagi hanya sibuk membuat pernyataan dan rapat seremonial setiap kali bencana datang.Yang dibutuhkan rakyat adalah tindakan nyata, pengawasan ketat, serta kebijakan yang benar-benar berpihak pada keselamatan lingkungan dan masa depan masyarakat Gayo Lues.
Reporter : Dir


Tidak ada komentar:
Posting Komentar