• April 11, 2021

BUPATI SINTANG MENERIMA AUDIENSI GURU GARIS DEPAN

 BUPATI SINTANG MENERIMA AUDIENSI GURU GARIS DEPAN

SINTANG.
Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.PH
menerima audiensi sejumlah Guru Garis Depan (GGD) di rumah jawatan Bupati
Sintang, Senin (22/10/2018).
 Tinggal
bersama keluarga tercinta adalah impian setiap keluarga. Berkumpul bersama,
menjalani keseharian bersama menjadi keinginan yang juga diinginkan oleh para
guru GGD yang terpisah karna tugas. 
 Di
Kabupaten Sintang ada 13 pasangan guru GGD yang mengalami kendala berkenaan
dengan hal ini. Bersama-sama mereka berudiensi dengan pimpinan daerah. Bupati
bersama dengan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kabupaten Sintang, Palentinus menyimak berbagai kondisi keluarga dan harapan
para guru GGD.
 “pada
dasarnya kita mengerti kondisi teman-teman GGD sekalian, “ ujar dr. Jarot.
“namun perlu saya ingatkan bahwa ada batasan yang bisa kami lakukan di daerah,”
katanya lagi.
 Orang
nomor satu di Sintang itu lalu menjelaskan bahwa untuk pasangan yang terpisah
antar desa atau antar kecamatan yang ada di dalam Kabupaten Sintang, niscaya
pemerintah daerah melalui BKPSDM Kabupaten dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Sintang akan membantu menguruskan pertukaran atau perpindahan. 
 Proses
tersebut akan dibantu fasilitasi dan pemetaan formasi oleh Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten Sintang. Sekali lagi dr. Jarot menegaskan bahwa proses
tersebut memerlukan waktu dalam pengurusannya. 
 Sementara
bagi pasangan yang suami atau istrinya berbeda kabupaten disarankan untuk
berkonsultasi dengan Badan Kepagawaian Daerah di tingkat provinsi. Sedangkan
pasangan yang tempat tugasnya berbeda provinsi, direkomendasikan untuk
beraudiensi ke Badan Kepegawaian Negara di Jakarta. 
 “kalau
kita dari Pemda, bisalah mendampingi atau memberikan surat pengantar untuk
teman-teman yang mau beraudiensi menanyakan kemungkinan dan informasi terbaru
dalam hal ini,” kata dr. Jarot. “ah, saya saja yang beda Negara pun bise jalan,
masak kian pisah kota pun nak ngeluh, “candanya.
Slamet
Riyadi salah satu guru GGD mengungkapkan bahwa telah cukup banyak alternatif
yang coba diusahakan oleh teman-teman GGD untuk bisa bersatu dengan
keluarganya. Ada yang sudah mencoba menghubungi sekolah-sekolah terdekat di
tempat tugas masing-masing pasangan. Kondisi ini pun sudah dibahas dan
didiskusikan bersama dalam forum guru-guru GGD. 
 “kita
perlu sekali arahan dari pihak pemerintah daerah agar alternative-alternatif
langkah yang kita tempuh dapat sesuai dengan regulasi dan protokoler yang ada,”
kata Slamet mewakili teman-temannya. “selain memang ada harapan kita, sedikit
bantuan dari pemerintah untuk menindaklanjuti pendekatan personal yang telah
kita upayakan, melalui komunikasi intens dengan pihak-pihak sekolah terkait,”
tambahnya lagi.
 Slamet
yang juga datang bersama istri dan anaknya menyampaikan bahwa untuk dirinya, ia
berharap boleh pindah ke desa di dekat tempat tugas istrinya. Slamet saat ini
ditempatkan di Nanga Bayan ingin pindah karna mempertimbangan di tempat
tugasnya memiliki jumlah guru PNS yang lebih banyak dibanding di tempat tugas
istrinya. 
 “meskipun
tempat saya lebih nyaman dibanding istri, tapi demi bisa berkumpul bersama
dengan mereka (istri yang juga guru GGD dan putri semata wayangnya) ia lebih memilih
tempat yang lebih terpencil.
Demikian
siaran berita Humas Setda Sintang

Admin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related post