• April 11, 2021

Bupati Sintang Umumkan 2 Tambahan Kasus Positif Dan Satu Pasien Positif Sembuh

 Bupati Sintang Umumkan 2 Tambahan Kasus Positif Dan Satu Pasien Positif Sembuh

SINTANG. Bupati Sintang Jarot
Winarno selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sintang, kembali
mengumumkan penambahan 2 kasus baru covid-19 di Kabupaten Sintang, dan satu
pasien positif dinyatakan sembuh, melalui press release bersama awak media di
Pendopo Bupati Sintang, Jumat (12/6/2020) sore.

Hadir pada press release ini,
Dandim 1205/Sintang, Kapolres Sintang, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sintang,
Camat Ketungau Hulu, Sekcam Tebelian dan Sekretaris Badan Pengelola Kawasan
Perbatasan Kabupaten Sintang.

Dalam keterangan persnya, Jarot
Winarno mengatakan berdasarkan hasil swab yang keluar pada Jumat (12/6),
Kabupaten Sintang ada dua penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 dari
orang tanpa gejala (OTG) yang sudah menjalani isolasi mandiri ketat. Yang
pertama di jelaskan Jarot, yakni pria 68 tahun, OTG 251 yang sudah menjalani
isolasi mandiri di Mess Diklat BKPSDM Komplek Gedung Serbaguna Sintang,
merupakan cluster perbatasan, asal Desa Sungai Bugau, Kecamatan Ketungau Hulu,
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bekerja di Malaysia.

“jadi hari ini yang bersangkutan
terkonfirmasi positif covid-19, kita sebut terkonfirmasi 13”kata Jarot.

Jarot menjelaskan, riwayat
terkonfirmasi 13 positif covid-19 ini pulang dari Sriaman, Malaysia 22 Mei
lalu, diantar oleh majikannya keperbatasan, kemudian yang bersangkutan pulang
melalui jalur tikus yang ada di Sungai Kelik, Ketungau Hulu, lalu masuk ke
Indonesia di tangani petugas Pamtas dan gugus tugas covid-19 Ketungau Hulu, dan
di antar langsung ke Merakai untuk rapid test di Puskesmas Merakai, Ketungau
Tengah, yang hasilnya reaktif  dan yang bersangkutan saat itu langsung di
kirimkan ke Sintang masuk ruang isolasi mandiri di Mess Diklat BKPSDM Komplek
Gedung Serbaguna Sintang selama 16 hari.

“dan segera hari ini kita
pindahkan keruang isolasi mandiri ketat di ruang rawat inap RSUD Rujukan Ade M.
Djeon Sintang untuk mendapat perawatan medis atau tindakan klinis lebih lanjut
dan terapi dari dokter dan tenaga medis disana”terang Jarot.

Kemudian lanjut Jarot, yang kedua
merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) 227, pria 31 tahun, asal Desa Rarai
Kecamatan Sungai Tebelian. Yang bersangkutan sudah menjalani rapid test sejak
18 Mei lalu dan menjalani isolasi mandiri di rumahnya hampir satu bulan di
bawah pengawasan gugus tugas setempat, hari ini keluar hasil swabnya
terkonfirmasi positif covid-19, di sebut konfirmasi 14. Yang bersangkutan
merupakan cluster magetan, tapi dari lini kedua atau tetangga dari konfirmasi 5
yakni Dwi Uci Aprianseno yang sudah di nyatakan sembuh beberapa hari kemarin.

“hari ini juga konfirmasi 14 kita
pindahkan keruang isolasi mandiri ketat di ruang rawat inap RSUD Rujukan Ade M.
Djeon Sintang, perawatan lebih lanjut atau pemeriksaan klinis dan
sebagainya”ujar Jarot.

Jarot pun turut prihatin, karena
menurutnya, yang terjadi di Desa Rarai tersebut menunjukan transmisi lokal
sudah terjadi di Kabupaten Sintang. Untuk itulah ia meminta masyarakat untuk
tidak lengah apalagi akan menuju new  normal atau kenormalan baru sehingga
harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudaah ada.

“Jadi rarai ni kasian yang lini
pertamanya sudah sembuh masih menular ke yang lain, hari ini terkonfirmasi positif.
Saya minta gugus tugas kecamatan tebelian dan gugus tugas kabupaten, kita
bantulah desa rarai ni. ini yang perlu kita hati-hati, selalu cuci tangan,
pakai masker kalau kemana-mana, jaga jarak sosial”pesannya.

Meskipun ada penambahan dua kasus
terkonfirmasi positif covid-19, Jarot juga menyampaikan kabar gembira, karena
pasien positif covid-19 konfirmasi 3, atas nama Rifki Alfadzari, pria 21 tahun,
merupakan cluster magetan, asal Desa Rarai, Kecamatan Sungai Tebelian
dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab yang keluar pada hari ini (jumat) 12
Juni 2020 hasilnya negatif covid-19.

“jadi hari ini saudara rifki
alfadzari kita nyatakan sembuh dan kita pulangkan ke tempat asalnnya ketengah
keluarganya”ujar Jarot.

Jadi, sampai hari ini, ungkap
Jarot, total kasus konfirmasi positif ada 14, kemudian tiga orang sudah
dinyatakan sembuh dari cluster megetan, sehingga yang terkonfirmasi positif
yang masih menjalani perawatan ada 11 orang. “yang sembuh 3 orang itu semuanya
dari cluster magetan, anak-anak sintang yang mondok disana, dua dari rarai,
satu dari binjai”jelas Jarot.

“Kita masih menunggu hasil
swab yang lain, mudahan-mudahan semuanya segera sembuh”harapnya.

Dengan adanya 3 orang yang sembuh
tersebut, menurut Jarot, akan membangun optimisme semua pasien terkonfirmasi
positif covid-19 akan segera sembuh. Dan yang patut di syukuri katanya, bahwa
kasus terkonfirmasi positif covid-19 seluruhnya di Kabupaten Sintang ini adalah
orang tanpa gejala (OTG) yang sudah di temukan sebelumnya melalui test, tracing
lalu di isolasi.

Sementara itu pasien
terkonfirmasi 3, yang sudah di nyatakan sembuh, Rifki Alfadzari, merupakan
cluster magetan, mengucap syukur bahwa dirinya sudah dinyatakan sembuh
berdasarkan hasil swab negatif covid-19 yang langsung diumumkan oleh Bupati
Sintang. Oleh karena itulah, ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sintang,
tim medis dan seluruh pihak yang selama ini merawat dirinya selama menjalani
isolasi mandiri baik di di Mess Diklat BKPSDM Komplek Gedung Serbaguna Sintang
maupuan di RSUD Rujukan Ade M Djeon Sintang.

“Alhamdulillah, saya rifki
alfadzari, yang kemarin terkena covid-19, dan sekarang dinyatakan sembuh. Dan
saya sangat berterima kasih khususnya kepada pak bupati, tenaga medis dan
lainnya. Yang mana beliau-beliau ini pada waktu saya kena itu, selalu
menjenguk, menyemangati saya, memberi support kepada saya dengan tanpa lelah
dan pamrih”ungkap Rifki.

Rifki berpesan kepada masyarakat
untuk selalu menerapkan protokol kesehatan seperti selalu memakai masker,
sering cuci tangan dan jaga jarak sosial. Sekali lagi Rifki menyampaikan
permohonan maaf jika selama masa isolasi ada perkataan yang tidak enak di
dengar dan tingkah laku yang salah. “saya minta maaf juga kepada tim medis
dinas kesehatan atau pak bupati, apabila waktu saya di urus di rumah sakit ada
kata-kata yang tidak enak di dengar. Saya doakan yang lain juga segera
sembuh”ucapnya.

Demikian Press Release Prokopim
Sintang

DetikSatu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related post