• Mei 7, 2021

Jarot Pimpin Gugus Tugas Ke Perbatasan Beri Pemahaman Tentang Rapid Tes Dan Serahkan Bantuan Sembako

 Jarot Pimpin Gugus Tugas Ke Perbatasan Beri Pemahaman Tentang Rapid Tes Dan Serahkan Bantuan Sembako

SINTANG-Bupati Sintang Jarot Winarno selaku ketua gugus tugas,
memimpin kunjungan kerja tim gugus tugas covid-19 Kabupaten Sintang dalam
rangka memberikan arahan upaya percepatan pencegahan dan penanganan corona
virus disease 2019 (covid-19) dibatas negeri di Kecamatan Ketungau Hulu dan
juga sekaligus sosialisasi terkait menghadapi/menuju new normal atau normal
baru.

Kegiatan tersebut di laksanakan di Gedung Rapat Batas Negeri, Desa
Sungai Pisau, Kec. Ketungau Hulu, Jumat (29/5/2020) yang diikuti unsur
Forkopimcam Ketungau Hulu, Satgas Pamtas, Kepala Desa dan BPD di Kec. Ketungau
Hulu, tokoh adat serta tokoh masyarakat di Kecamatan Ketungau Hulu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sintang Jarot Winarno memberikan
arahan atau pemahaman terkait covid-19 kepada kepala desa, BPD, tokoh
masyarakat dan tokoh adat setempat yang nantinya bisa di sampaikan kepada
masyarakat agar dalam menyikapi informasi terkait covid-19 tidak terlalu panik,
terlebih jika mendegar ada warga yang berdasarkan rapid test itu hasilnya
reaktif sehingga sering munculnya stigma negatif ditengah-tengah masyarakat.
Dikatakan jarot bahwa, Rapit test itu dilakukan, apabila warga tersebut di duga
ada kontak dengan orang yang sudah terpapar covid-19. Jadi rapit test pun bukan
juga untuk menentukan apakah warga tersebut terpapaar covid-19 atau tidak.

“tapi kita mau tau di dalam badan dia, sudah ada antibody belum, atau
antibody itu ibaratnya polisi yang jaga badan dia, corona itu ibarat penjahat.
Jadi kalau ada kuman masuk dalam badan kita, otomatis tubuh kita membuat
antibody, nah kalau mau menentukan mau tau orang tersebut terpapar corona atau
belum harus diambil swab tenggorkan yang kita kirim ke jakarata atau pontianak
melalui PCR”jelas Jarot.

Sehingga lanjut Jarot, sambil menunggu hasil swab tenggorokan
tersebut, orang yang berdasarkan rapid test hasilnya reaktif dilakukan isolasi
mandiri selama 14 hari, bahkan bisa lebih, karena menunggu hasil swab
tenggokokan itu biasanya cukup lama sampai tiga minggu.

“sambil nunggu kepastian apakah terkena corona atau tidak, kita
isolasilah selama 14 hari. Kenapa harus 14? karena kalau orang dalam badannya
masuk kuman corana, mau tau dia timbul penyakit atau nda kita tunggu dua
minggu, kalau dua minggu penyakitnya nda ada udah sembuh dia, apalagi kalau
swab tenggorkan hasilnya negatif bisa balek”kata Jarot.

Kemudian kata Jarot, kalau orang yang sudah dinyatakan terpapar
corona, kalau dia diisolasi dan diobati dikasi vitamin serta lainnya, pada hari
ke-12 dia sudah tidak menularkan lagi. Jadi tidak perlu juga takut dengan
corona, karena kalau ada yang terpapar cepat diambil tindakan melalui isolaso
dan perawatan pengobatan.

“aku kabarkan dengan kitak semua, kalau orang itu ketahuan udah
corona, kalau dia diobatai, diisolasi dikasi vitamin dan sebagainya pada hari
ke-12, dia sudah tidak menularkan lagi ya, jadai jagan takut juga dengan
corona, karena cepat kita isolasi, kita sembuhkan. Jadi kalau ada warga kita
yang kena corona, sudah diobati segala, kalau dia pulang, jangan lalu di
usir-usir. Apa lagi kalau ada yang rapid test reaktif, udah macam-macam di
stigma tu, itu yang perlu saya sampaikan agar masyarakat nda terlalu
takut”terang Jarot.

DetikSatu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related post