• April 17, 2021

Mantapkan Pilkada 9 Desember 2020, Pemkab Sintang Gelar Rakor Kesiapan

 Mantapkan Pilkada 9 Desember 2020, Pemkab Sintang Gelar Rakor Kesiapan

SINTANG-Bupati Sintang dr H Jarot
Winarno, M. Med. PH mengikuti rapat koordinasi kesiapan pemilihan Bupati dan
Wakil Bupati Sintang Tahun 2020 pada Rabu, 10 Juni 2020 di Pendopo Bupati
Sintang. Hadir dalam rapat koordinasi tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten
Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M.Si, Hazizah Ketua KPU Kabupaten Sintang,
Wakapolres Sintang Kompol Alber Manurung, Kadis Dukcapil Muhammad Syarief
Taufik, Kadis Kominfo Kurniawan, Kadis Kesehatan Harisinto Linoh, Ketua Bawaslu
Fransiskus, Kadis PKAD Joni Sianturi, Pasi Op Kodim 1205 Sintang Kapten Didiek
HP dan jajaran Pemkab Sintang.

Rapat Koordinasi tersebut dipandu
langsung oleh Kaban Kesbangpol Kabupaten Sintang Budi Harto. Dalam rapat
koordinasi tersebut di peroleh informasi bahwa 
Pemkab  Sintang, KPU Kabupaten
Sintang, Bawaslu Kabupaten Sintang, Polres Sintang dan Jajaran TNI siap melaksanakan
pilkada Kabupaten Sintang pada 9 Desember 2020 mendatang.

Budi Harto Kaban Kesbangpol
menyampaikan rakor ini untuk menyamakan langkah persiapan semua pihak untuk
menghadapi Pilkada Sintang mengingat tahapan pilkada dilaksanakan pada saat
pandemic covid-19.

Bupati Sintang Jarot Winarno
menyampaikan bahwa keselamatan warga negara menjadi yang utama saat ini dan
memang pelaksanaan pilkada 9 Desember 2020 sudah diprotes banyak lembaga di
Indonesia. “banyak orang dan lembaha mengusulkan pilkada pada tahun 2021.
Tetapi Presiden, Kemendagri, dan DPR RI tetap akan  9 Desember 
2020 dengan alasan menjaga konsistensi berdemokrasi 5 tahun sekali
pemilihan pimpinan di 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota yang akan  melaksanakan pilkada. Alas an lainnya, soal
penanganan penyebaran virus corona yang masih diperlukan langkah yang kuat dan
stratetgis. Di saat pimpinan di daerah ada saja, penanganan belum optimal,
apalagi akan dipimpin oleh pejabat bupati. Ada 240 kepala daerah yang akan
berakhir 17 Februari 2021. Maka kekosongan kepemimpinan di daerah dikawatirkan
mengganggu perang dengan corona. 
Pemerintah pusat maunya jangan sampai diisi oleh pejabat bupati” terang
Bupati Sintang.

“15 Juni 2020 seluruh tahapan
akan diaktifkan, saya yakin aman dari Covid-19 jika kita semua disiplin dengan
protokol kesehatan. Kerja gugus tugas penanganan virus corona di Kabupaten
Sintang akan menjadi lebih ekstra. Pemerintah pusat sudah memutuskan pilkada 9
Desember 2020 harus dilaksanakan dan daerah wajib melakukan persiapan dengan
tetap menjalankan secara ketat protokol kesehatan. Soal kekurangan dana, akan
ada anggaran tambahan dari APBN untuk pengadaan APD petugas di Pilkada nanti.
Pemkab Sintang siap bantu APD untuk tim KPU sampai anggaran pembelian APD oleh
KPU sudah tersedia. Gedung yang akan dipakai pada tahapan pilkada harus di
semprot desinfektan. Pemerintah pusat menargetkan 77 persen pemilih bisa ikut
dalam proses pilkada maka sosialisasi kepada masyarakat sangat penting. Jangan
sampai pelaksanaan protokol kesehatan menganggu kualitas demokrasi kita. Saat
ini sudah 98.68 persen warga Kabupaten Sintang sudah rekam KTP elektronik.
Pembentukan Desk Pilkada harus segera. Dukungan tokoh masyarakat, organisasi,
tokoh adat, tokoh agama juga penting supaya pilkada Sintang sukses” tambah
Bupati Sintang. 

Ketua KPU Kabupaten Sintang
Hazizah menyampaikan akan mengoptimalkan seluruh tahapan pilkada yang akan
dimulai 15 Juni 2020. “pelantikan PPS di Kabupaten Sintang belum dilaksanakan
dan akan segera dilakukan. Anggaran pilkada sebesar 45 milyar sudah mulai kami
laksanakan. Dana sudah ada dan  siap
digunakan. Juli 2020 akan ada coklit DP4 dan akan ada perubahan DP4 karena
pengunduran pilkada. Dengan pengunduran pilkada, maka pemilih bertambah, TPS
bertambah karena sebelumnya 800 pemilih per TPS maka kita kurangi menjadi 500
pemilih per TPS untuk upaya kita menjaga jarak. Maka TPS juga bertambah,
personil TPS juga bertambah. Ada tambahan pengadaan APD karena wajib
menggunakan APD. Penyelenggara pilkada harus memakai APD karena Pandemi
covid-19. Kami harus siapkan tong air, sabun, tong sampah, hand sanitizer,
tisu. Yang pasti KPU Kabupaten Sintang sudah siap melaksanakan pilkada pada 9
Desember 2020. Sebelumnya, ada 1. 250 TPS di Sintang.  Lalu karena pandemic covid-19 terjadi
penambahan 150 TPS sehingga total 1.400 TPS. Setiap TPS ada 9 orang, jadi ada
penambahan petugas TPS yang tentu honor petugas juga bertambah. Pemilih yang
datang tidak pakai masker harus dikasi masker dan ada 313. 571 pemilih di
Sintang” terang Hazizah

Fransiskus Ketua Bawaslu
Kabupaten Sintang menyampaikan pihaknya siap melaksanakan tugas pada pilkada
nanti. “Kami kekurangan APD karena belum dianggarkan sebelumnya. Soal
penambahan TPS tidak masalah. Kami akan gunakan anggaran yang sudah ada saja.
Panwascam juga sudah kami aktifkan kembali” terang Fransiskus

Wakapolres Sintang Kompol Alber
Manurung menyampaikan sebanyak 562 personel Polres Sintang siap mengamankan
pilkada Sintang. “orang, benda, lokasi dan kegiatan adalah objek yang akan kita
amankan. Kami akan lakukan latihan dan simulasi pengamanan yang akan
melibatkan  288 anggota di Mapolres
Sintang. Ada 406 desa kelurahan akan kami amankan. Kami juga sudah memetakan
potensi konflik di Sintang dalam melaksanakan pilkada. Media sosial juga akan
kami pantau dengan patroli siber. Kami juga membagi rayonisasi pengamanan, ada
5 rayon pengamanan. Kami juga akan melibatkan jajaran TNI dalam pengamanan
pilkada. Kami juga sudah mendata kerawanan pilkada Sintang dan ada  7 kerawanan pilkada Sintang” terang
Wakapolres Sintang.

Kadis Kesehatan Harisinto Linoh
menyampaikan siap memberikan dukungan pelaksanaan pilkada Kabupaten Sintang
karena adanya pandemi Covid-19. “menurut kami petugas pada Pilkada nanti cukup
menggunakan APD level 1 yakni masker, sarung tangan, bisa ditambah face shield.
Sarana cuci tangan harus ada seperti sabun dan tempat air. Tisu kalau mampu
saja. Hand sanitizer mengandung minimal 70 persen alkohol. Kalau tidak ada,
pakai sabun cukup. Hibah APD belum bisa, tetapi kami siap dipinjamkan. Kami
siap dukung pilkada dengan meminimalkan potensi penularan Covid-19” terang
Harisinto Linoh

Syarief Muhammad Taufik Kadis
Dukcapil Kabupaten Sintang menjelaskan bahwa tambahan DP4 akan segera diumumkan
dan penambahan pemilih karena pengunduran jadwal pilkada. “yang menyerahkan
adalah Kemendagri kepada KPU Pusat. Kami di kabupaten hanya membantu saja.
Pertambahan DP4 juga hanya NIK. Dan 20 persen penduduk Sintang belum
disesuaikan dengan alamat baru karena adanya pemekaran desa dan kelurahan di
Sintang. Kami terus minta penambahan blanko e-KTP. Selama pandemic Covid-19 ini
ada12 hari pelayanan kami terhenti untuk perekaman e-KTP.  Sekarang sudah mulai pelayana dengan
menerapkan protokol kesehatan. Petugas perekaman sudah memakai APD yang
lengkap. Perekaman di lapangan akan kita pertimbangkan. Untuk di kantor kami,
perekaman rata-rata 100 orang perhari yang rekam menggunakan dua mesin rekam.
Saat ini ada 8.500 keping blanko siap. Tetapi kami terus minta tambahan blanko
kosong” terang Syarief Muhammad Taufik

DetikSatu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related post