• April 17, 2021

Persiapan Pelaksanaan New Normal, Bupati Sintang Dan Sekda Ikuti Vicon Dengan Gubernur Kalbar

 Persiapan Pelaksanaan New Normal, Bupati Sintang Dan Sekda Ikuti Vicon Dengan Gubernur Kalbar

SINTANG-Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH didampingi
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si dan Dandim 1205
Sintang Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan mengikuti video conference dengan
Gubernur Kalimantan H. Sutarmidji, SH. M. Hum di Pendopo Bupati Sintang pada
Selasa, 2 Juni 2020.

Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH kepada Gubernur Kalimantan
Barat menjelaskan bahwa Pemkab Sintang sudah melakukan rapid tes kepada  4. 345 orang dengan hasil 334 yang reaktif
yang seuruhnya sudah dilakukan isolasi. 
“tempat karantina di Gedung Diklat BKPSDM dengan kapasitas 46 kamar,
satu hotel dengan kapasitas 43 kamar sudah kita blok untuk karantina, dan rumah
sakit rujukan. Dari 334 yang reaktif ada 6 yang terkonfirmasi positif corona
namun mereka sangat aman karena sudah diisolasi di rumah sakit dan sekarang
sedang menunggu hasil swab.  Ada 47 orang
diantara sudah ditangani dengan baik. Sisanya 178 orang terus kita monitor
karena isolasi mandiri, sehingga semuanya sudah kita isolasi” terang Bupati
Sintang.

“soal pelaksanaan tatanan new normal ini, kami mengikuti lomba inovasi
untuk melibatkan masyarakat sipil dalam upaya mensukseskan pelaksanaan tatanan
new normal. Soal pelaksanaan new normal di rumah ibadah, akan segera kita mulai
di Sintang. Saya juga mohon ijin Bapak Gubernur untuk memulai kegiatan
persekolahan di kawasan pedalaman yang memang relatif aman dari Covid-19.
Karena disana tidak ada televisi dan jaringan internet sehingga tidak bisa
melaksanakan pembelajaran secara online. Di pedalaman, sekolah tidak saja
menjadi tempat belajar tetapi juga sebagai sarana interaksi sosial dan
rekreasi. Tetapi itu semua tergantung arahan Bapak Gubernur Kalbar” terang
Bupati Sintang

“kami juga mengeluhkan soal lambatnya mendapatkan hasil swab. Ada
pasien yang sudah dirawat 28 hari tetapi belum menerima hasil tes swab. Itu
terlalu lama dan menyulitkan kami dan menyerap anggaran yang besar. Padahal
secara klinis orang ini sudah bisa dipulangkan. Kami sudah meminta kepada Tim
Gugus Tugas Nasional untuk membeli alat tes PCR atau polymerase chain reaction,
kami juga berharap Pemprov Kalbar bisa membantu kami karena kalau alat PCR ini
ada, kami bisa melayani tes untuk pasien di Sintang, Kapuas Hulu, Melawi,
Sekadau dan Sanggau” papar Bupati Sintang.

“saat ini kita akan segera memasuki musim kemarau. Kalau musim kemarau
dengan asapnya berduet dengan corona, maka akan menjadi musuh berat kita.
Karena corona, orang akan beralih menjadi petani ladang. Kami sudah membuat
Peraturan Bupati Sintang Nomor 57 Tahun 2018 tentang Tata cara Pembukaan Lahan
Bagi Masyarakat yang menegaskan  bahwa
tidak ada kriminalisasi terhadap para peladang, hanya boleh menanam komoditas
lokal, ladang tidak lebih dari 2 hektar, 1 minggu sebelum membakar sudah
melapor kepada pemerintah, mendapatkan surat ijin, dan kita atur dengan gotong
royong dan satu desa hanya boleh membakar ladang maksimal 20 hektar per desa
per hari sehingga selesai bakar, api bisa langsung padam. Sehingga konsep
langit biru Bapak Pangdam  bisa kita
wujudkan dan dukung. Saya mengharapkan kita segera membahas antisipasi
persoalan karhutla ini sehingga corona dan asap secara bersamaan tidak menjadi
persoalan kita” papar Bupati Sintang.

Mendengar hal tersebut, Gubernur Kalbar H. Sutarmidji menjelaskan  bahwa penyediaan PCR sangat penting. “silakan
Sintang siapkan SDM, ruangan dan sarana pendukung lainnya. Saat ini, satu tes
swab menghabiskan biaya 550 ribu. Soal kemarau dan karhutla sudah diurus BPBD.
Soal sekolah kita harus  mengikuti
petunjuk Pemerintah Pusat dan kita masih sangat hati-hati untuk sekolah. Bagi
saya tidak ada lagi daerah yang 100 persen bebas corona” terang Gubernur
Kalbar.

“menurut saya untuk mengurangi beban psikologis anak dan orangtua,
semua anak dinaikan kelas  saja. Setelah
situasi normal, baru kita tambah pelajaran mereka. Silakan naikan saja
anak-anak semuanya. Tahun depankan tidak ada ujian lagi hanya evaluasi sekolah.
Tetapi tanpa maksud untuk mengurangi kualitas pendidikan kita. Soal pelaksanaan
new normal, seluruh sektor akan kita buka dengan penerapan new normal kecuali
sekolah. Sekolah belum kita buka” tambah Gubernur Kalbar

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah usai
pelaksanaan video conference mengakui terus berkomunikasi dengan Keuskupan
Sintang untuk mendapatkan keputusan tentang pembukaan rumah ibadah dalam
pelaksanaan tatanan new normal ini. “saya terus berkomunikasi dengan jajaran
Keuskupan Sintang. Dan untuk Juni 2020 ini kita akan tetap melaksanakan misa
live streaming sambil kita melihat perkembangan kasus Covid-19. Saya melihat
kita tidak disiplin dengan pelaksanaan protokol kesehatan seperti masih duduk
bergerombol dan tidak memakai masker. Namun kita akan segera melakukan rapat
membahas rencana kedepannya” terang Yosepha Hasnah.

DetikSatu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related post