• Mei 7, 2021

Politisi Gerindra Sintang, Harap Warga Hindari Zona Merah

 Politisi Gerindra Sintang, Harap Warga Hindari Zona Merah

SINTANG-
Anggota DPRD Sintang, Edyanto wawancara melalui telepon, Jumat (8/5/2020)
menyebutkan bahwa dirinya prihatin karna rendah kesadaran masyarakat usai
bepergian untuk memberikan data yang baik bagi proses pemantauan penyebaran
virus covid 19 di Kabupaten Sintang.

Kedatangan
seseorang ke wilayah Sintang terutama yang dari zona merah wajib diketahui oleh
pemerintah daerah. Minimal KTP (Kartu Tanda Penduduk) nyalah yang dicatatkan
supaya diketahui berasal dari mana secara jelas saat yang bersangkutan
keberatan mengisi formulir yang disediakan petugas kita di Sepulut atau di
Simpang Silat, kata Edy. Orang tersebut wajib masuk ODP (orang dalam
pemantauan), bila dia ada gejala batuk, pilek atau demam. Jadi dia bisa
terpantau, bisa diingatkan supaya isolasi mandiri, kalau diperlukan bisa
lakukan rapid test ke Dinkes (Dinas Kesehatan) kita, tambahnya.

Politisi
Partai Gerindra itu juga mengingatkan kepada pihak pemerintah daerah untuk
mengantisipasi situasi yang sewaktu-waktu dapat memburuk. Menurut Edy hal ini
mulai dari peningkatan himbauan dan ketegasan pada pelaksanaan peraturan daerah
terkait.

Pemerintah
daerah dalam hal ini Dinkes wajib menyediakan alat rapid test dalam jumlah yang
memadailah. Sehingga seseorang yang masuk ODP dapat dengan mudah dan dicurigai
terinfeksi virus dapat segera dicek juga menggunakan rapid test, ujar Edy lagi.
Saya juga berharap Pemerintah daerah membatasi mobilitas masyarakat di pasar,
di warkop jug atempat keramaian lainnya. Saya mengapresiasi upaya Pemda yang
telah menyediakan rumah isolasi bagi pendatang dari dari zona merah, imbuhnya
lagi.

Pada
wawancara di Posko Covid 19 Sintang, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Harysinto
Linoh menyebutkan bahwa jumlah orang yang melaporkan diri setelah pulang
bepergian menurun. Data yang ada pun diberikan secara terpaksa karna para
penumpang bis dan taxi yang mau masuk Sintang harus mengisi kartu kewaspadaan
kesehatan.

Kondisi
ini menunjukkan masyarakat sangat takut bila diketahui mengalami gejala demam
dan batuk pilek setelah pulang dari Pontianak, kata Sinto. Padahal inikan
penting sekali supaya kita bisa antisipasi, biar kita nggak kecolongan, biar
juga masyarakat kita yang lain gak terkena paparan virus covid ini, jadi saya
harap masyarakat dapat jujur mengenai data diri bila ditanya petugas
kami,pesannya lagi. (*)

 

DetikSatu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related post