• April 11, 2021

Politisi Nasdem Ajak Warga Sintang Dukung Bidan

 Politisi Nasdem Ajak Warga Sintang Dukung Bidan

SINTANG-
Minggu lalu, tepatnya peringatan Hari HUT Ikatan Bidang Indonesia (IBI)
(5/5/2020), Sintang mendapat berita yang mengejutkan, ada setidaknya 10 Bidan
Praktik Mandiri (BPM) dari 49 PBM yang tergabung dengan IBI Cabang Sintang
menutup layanannya karna kekurangan alat pelindung diri.

Menanggapi
hal ini, anggota DPRD Sintang, Zulherman mengajak masyarakat untuk tergerak
membantu para bidang ini untuk tetap dapat membuka layanan kebidanan. Hal ini
disampaikannya pada wawancara melalaui telepon Selasa (12/5/2020) lalu.

Bidan
kita di Sintang ini, harus kita dukunglah agar bisa bekerja secara optimal,
supaya pelayanan persalinan dan kebidanan lainnya dapat terus berlangsung,
meski saat ini kita juga berjuang mengatasi pendemi covid 19 ini, kata
Zulherman. Kita tahu mereka sedang kekurangan APD, kepada masyarakat yang
tergerak hatinya, silakan datang untuk membantu, seperti yang sudah dilakukan
oleh saudara-saudara kita kemarin, pak H. Denny, pak Multazam, alumni UNDIP dan
alumni SMK Santa Maria tempo hari. Kepada para bidan, saya sampaikan tetap semangat
dan jaga kesehatan diri anda agar tetap dikuatkan dalam melayani masyarakat
Sintang ini, tambah politisi Partai Nasdem itu.

Ketua
Pengurus Cabang IBI Sintang, Yuli Sri Ayu menyebutkan bahwa Klinik IBI dan
sejumlah PBM menutup seluruh layanan bagi ibu hamil untuk sementara waktu.
Keputusan ini dilakukan karena tempat layanan tersebut kekurangan APD.

Untuk
saat ini pelayanan dialihkan ke puskesmas dan rumah sakit. Untuk teman-teman
yang mampu melengkapi APD, mereka tetap buka, karna kalau untuk persalinan kita
harus menggunakan APD lengkap sesuai SOP. Kami tidak mungkin membebankan kepada
pasien untuk memenuhi ketersediaan APD sebagian besar yang kami layani itu
pasien BPJS, sehingga solusinya dengan berat hari sebagai ketua IBI Sintang,
saya mengijinkan pelayanannya ditutup sementara waktu ini, kata Yuli. Secara
moril, saya juga paham dengan kondisi di Dinkes (Dinas Kesehatan), rasanya juga
sungkan untuk menambah beban mereka dengan mengajukan permintaan APD bagi kami,
mereka sendiri pun kekurangan, tutupnya.

DetikSatu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related post