• April 13, 2021

Zulherman Nilai Pertanian Dan Perkebunan Jadi Pionir Kesiapan New Normal

 Zulherman Nilai Pertanian Dan Perkebunan Jadi Pionir Kesiapan New Normal

SINTANG- Menjalani kehidupan dengan cara yang baru atau lebih dikenal
dengan istilah new normal saat ini sedang trend dibicarakan. Pola hidup baru
ini merupakan dampak pandemi covid 19 yang masih terus berlangsung. Dalam akun
Instagramnya Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan sektor pertanian dan
perkebunan adalah jalan pemulihan kesehatan dan ekonomi Sintang.

Anggota DPRD Sintang, Zulherman, S.Sos mengatakan bahwa hal ini
merupakan strategi dasar untuk bertahan dalma masa pandemi. Diwawancarai
melalui telpon, Kamis (28/5/2020), Politisi Partai Nasdem itu memberikan
beberapa catatan terkait proses implementasi optimalisasi sektor pertanian dan
perkebunan di Sintang.

“Pada prinsipnya, kita sangat setuju dan mendukung penuh hal yang
dihimbau oleh pak Bupati Sintang itu. Optimalisasi pada bidang pertanian dan
perkebunan akan membawa kita pada persediaan pangan yang cukup dan hasil perkebunan
yang bernilai ekonomis akan membantu mengatasi masalah ekonomi kita khususnya
di kampung-kampung,” kata Zulherman. “Dibutuhkan strategi tepat untuk mengatasi
masalah ketahanan pangan dan sistem persediaan pangan, karena ketahanan pangan
dari sisi ketersediaan, keterjangkauan/akses dan konsumsi pangan harus tetap
terjamin. Optimalisasi pada bidang pertanian dan perkebunan dapat fokus pada
perubahan penyediaan sarana produksi di hulu, penyediaan tenaga kerja dan
sarana pendukung sampai penanganan komoditas pertanian di hilir. Masalah  pertanian pada sektor hilir yang biasa
dikenal pasca panen. Olahan makanan, teknologi pangan dan gizi, higienisasi,
pengemasan, hingga persoalan tata niaga,” tambahnya lagi.

Anggota komisi D DPRD Sintang itu juga mengingatkan masalah sektor
pertanian dan perkebunan yang ada di Sintang. Menurut Zulherman, hal ini perlu
diperhatikan pula oleh para pelaku dan pemangku kebijakan yang ada di Sintang.

“Persoalan di semua sektor pertanian masih bermasalah dimulai dari
persoalan hulu, yakni masalah alih fungsi lahan pertanian sehingga komponen
dasar produksi pertanian semakin sulit. Selain itu, di sektor perkebunan perlu
diupayakan harga komoditas karet dan sawituntuk dapat dinaikan sehingga bisa
membantu ekonomi para petani secara signifikan,” ungkap Zulherman lagi. “Kita
harapkan hal ini bisa kita atasi bersama sehingga hasil dari sektor pertanian
dan perkebunan di Sintang akan benar-benar menjadi tali penyelamat untuk hidup
new normal bersama covid 19 ini,” imbuhnya.

DetikSatu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related post