Jakarta, detiksatu.com || Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan menghadiri perhelatan World Economic Forum (WEF) 2026 yang akan berlangsung di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026. Forum ekonomi global tahunan tersebut kembali menjadi ajang strategis bagi para pemimpin dunia, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan internasional untuk membahas isu-isu utama perekonomian global, geopolitik, hingga pembangunan berkelanjutan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump akan melakukan pertemuan bilateral di sela-sela rangkaian agenda WEF.
Menurutnya, padatnya agenda masing-masing kepala negara serta dinamika forum internasional membuat peluang pertemuan tersebut masih bersifat terbuka.
“Untuk pertemuan bilateral, sampai saat ini belum dapat kami pastikan. Kita lihat nanti di lapangan, karena agenda para pemimpin negara sangat padat,” ujar Prasetyo
Meski demikian, Prasetyo memastikan kehadiran Presiden Prabowo Subianto di WEF Davos 2026 bukan sekadar simbolik. Kepala Negara dijadwalkan tampil sebagai salah satu pembicara dalam forum ekonomi dunia tersebut.
Kehadiran Presiden Prabowo sebagai pembicara dinilai strategis untuk menyampaikan pandangan Indonesia terkait arah perekonomian global, peluang investasi, serta posisi Indonesia dalam kerja sama internasional.
“Dijadwalkan beliau juga akan menjadi salah satu pembicara. Tentu di forum ekonomi dunia ini, ini adalah bagian dari upaya kita membuka potensi-potensi kerja sama dengan seluruh negara-negara sahabat,” jelas Prasetyo.
Dalam sesi tersebut, Presiden Prabowo akan berbagi panggung dengan Presiden dan CEO World Economic Forum, Børge Brende.
Forum ini diharapkan menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi ekonomi, menarik minat investor global, serta mempromosikan berbagai program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menyampaikan pidato khusus satu hari sebelum kehadiran Presiden Prabowo, yakni pada Rabu, 21 Januari 2026.
Pidato tersebut diperkirakan akan menjadi sorotan utama, mengingat pengaruh besar Amerika Serikat dalam perekonomian dan politik global.
Selain Presiden Prabowo dan Presiden Trump, WEF Davos 2026 juga akan dihadiri dan diisi dengan pidato khusus dari sejumlah pemimpin dunia lainnya.
Mereka antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres, Presiden Argentina Javier Milei, serta Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Kehadiran para pemimpin dunia tersebut menegaskan posisi WEF Davos sebagai forum strategis untuk merumuskan respons bersama terhadap tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi, transisi energi, hingga stabilitas geopolitik. Bagi Indonesia, partisipasi aktif Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 diharapkan mampu memperkuat peran Indonesia di panggung global sekaligus membuka peluang konkret bagi peningkatan kerja sama internasional di berbagai sektor.
Red-Ervinna

