Indonesia Kutuk Keras Aksi Premanisme Israel terhadap Global Sumud Flotilla

Redaksi
Mei 08, 2026 | Mei 08, 2026 WIB Last Updated 2026-05-08T04:43:59Z
Jakarta,detiksatu.com || Pemerintah Indonesia bersama sejumlah negara dunia melayangkan kecaman paling keras atas serangan brutal Israel terhadap Global Sumud Flotilla yang terjadi pada 30 April 2026 sebagai upaya menarik perhatian dunia atas tragedi di Gaza.


Sikap tegas tersebut tertuang dalam pernyataan bersama para menteri luar negeri, termasuk Indonesia, Turki, hingga Spanyol, yang dirilis melalui akun resmi X Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta pada Kamis, 7 Mei 2026.

“Serangan Israel terhadap kapal-kapal tersebut serta penahanan secara tidak sah terhadap para aktivis kemanusiaan di perairan internasional merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional,” mengutip pernyataan tersebut.

Para menteri luar negeri menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap keselamatan para aktivis sipil dan menuntut otoritas Israel segera mengambil langkah nyata untuk membebaskan mereka secepatnya.



Koalisi antarnegara ini juga menyerukan kepada masyarakat internasional agar menegakkan hukum internasional, melindungi warga sipil, serta memastikan adanya pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum yang dilakukan Israel.

Seruan PBB

Juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, Thameen Al-Kheetan, menegaskan bahwa Israel wajib membebaskan seluruh anggota flotila yang diculik di perairan internasional tanpa syarat apa pun.


Ia menambahkan bahwa aksi solidaritas untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi penduduk Palestina di Gaza yang sedang menderita bukanlah sebuah tindak kriminal.


“Kami menyerukan diakhirinya penggunaan penahanan sewenang-wenang oleh Israel dan undang-undang terorisme yang didefinisikan secara luas dan samar, yang tidak sesuai dengan hukum hak asasi manusia internasional,” tegas Al-Kheetan.

Al-Kheetan mendesak Israel untuk segera menghentikan blokade zalim terhadap Gaza serta membuka akses seluas-luasnya bagi masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah terkepung tersebut.


Berdasarkan laporan para aktivis, armada Global Sumud Flotilla yang bertolak dari Barcelona pada 15 April dibajak oleh militer Israel di dekat Pulau Kreta, Yunani, disertai dengan perusakan sistem navigasi kapal.

Para aktivis melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu kapal mereka dan menawan 180 orang, meski 178 orang di antaranya kini telah dibebaskan.


Dua aktivis yakni Saif Abukeshek yang merupakan warga Spanyol-Swedia keturunan Palestina, serta Thiago Avila asal Brasil, hingga saat ini masih mendekam di tahanan Israel.


Israel berdalih bahwa Saif dan Thiago ditahan karena dituduh membantu musuh dalam situasi perang serta dianggap sebagai bagian dari organisasi teroris.[]
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Indonesia Kutuk Keras Aksi Premanisme Israel terhadap Global Sumud Flotilla

Trending Now