Ulama merangkum empat arah pandang yang menenangkan jiwa. Pertama, mengingat dosa yang telah lalu membuat hati menjadi tawadhu.
Orang bahagia bukan yang merasa suci, melainkan yang sadar pernah salah. Mengingat dosa membuat kita tidak berani meremehkan orang lain dan membuat kita rajin bertobat.
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. [QS. Adz-Dzariyat: 55].
Nabi saw. sendiri beristigfar 70–100 kali sehari, padahal beliau maksum. Jika orang yang dijamin surga saja masih mengingat dosa, lalu bagaimana dengan kita?
Kedua, melupakan kebaikan yang lalu membuat hati jadi ikhlas. Sering kita bangga dengan sedekah kemarin atau ibadah minggu lalu.
Padahal, kalau terus diingat, kebaikan itu bisa menjadi racun. Ia menumbuhkan ujub.
“Dan janganlah engkau memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak.” Dan janganlah engkau memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak. [QS. Al-Muddatsir: 6].
Orang bahagia berbuat baik, lalu melupakan. Seolah-olah ia belum pernah berbuat apa-apa.
Ketiga, melihat ke atas dalam urusan agama membuat hati jadi semangat. Lihatlah orang yang salatnya lebih khusyuk, ibadahnya lebih baik, dan akhlaknya lebih lembut.
Jadikan mereka motivasi, bukan iri. “Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. [QS. Al-Muthaffifin: 26].
Jika kita selalu melihat ke atas dalam agama, kita akan terus naik derajatnya. Keempat, melihat ke bawah dalam urusan dunia membuat hati jadi syukur.
Lihatlah orang yang rumahnya lebih sederhana atau ujian hidupnya lebih berat. Maka, hati akan senantiasa bersyukur.
“Dan janganlah engkau tujukan pandanganmu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka.” Dan janganlah engkau tujukan pandanganmu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka. [QS. Thaha: 131].
Nabi saw. bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang diberi kelebihan harta dan rupa, maka lihatlah orang yang berada di bawahnya.” Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang diberi kelebihan harta dan rupa, maka lihatlah orang yang berada di bawahnya. [HR. Bukhari dan Muslim].
Jika kita ubah arah pandang sesuai wasiat ulama di atas, insyaallah hati akan lapang. Mengingat dosa agar bertobat dan melupakan amal agar ikhlas.
Melihat ke atas dalam agama agar semangat. Melihat ke bawah dalam dunia agar syukur.
Semoga Allah jadikan kita termasuk orang-orang yang mendapat empat tanda kebahagiaan tersebut. Amin.[]

