Sibolga,detiksatu.com || Rasa aman warga Kota Sibolga kembali terusik oleh aksi pencurian yang kian nekat. Kali ini, nasib malang menimpa Juan Frijer Lumban Gaol (49), seorang jurnalis dari media online. Rumahnya yang terletak di Jalan Kenanga, Kelurahan Angin Nauli, menjadi sasaran empuk komplotan maling saat sang pemilik tengah terlelap, Rabu (6/5/2026) dini hari.
Aksi Sunyi di Balik Kegelapan
Maling yang diduga telah memantau situasi ini beraksi dengan sangat rapi. Memanfaatkan sunyinya dini hari di kawasan Sibolga Utara, pelaku berhasil masuk dan menggeledah isi rumah tanpa menyisakan suara.
Kejadian ini baru terungkap saat Juan terbangun sekitar pukul 05.30 WIB. Betapa terkejutnya ia melihat seisi rumah sudah dalam kondisi berantakan. Setelah dilakukan pengecekan kilat, harapan Juan seketika runtuh; sejumlah barang berharga yang dikumpulkannya dengan kerja keras telah hilang tak berbekas.
Daftar Kehilangan yang Menyesakkan
Dalam aksinya, pelaku berhasil membawa kabur dua unit ponsel (Oppo A5 dan Oppo A57), sebuah gelang berlian, serta dua buah cincin emas (satu seberat 1,5 gram dan satu cincin 22 karat). Tak hanya itu, uang tunai sebesar Rp500 ribu juga ikut digasak. Total kerugian yang diderita korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Menanti Nyali Polres Sibolga
Tak mau tinggal diam, Juan langsung menyambangi Polres Sibolga untuk membuat laporan resmi. Laporan tersebut tercatat dengan nomor: LP/B/69/V/2026/SPKT/Polres Sibolga/Polda Sumatera Utara.
Kasus yang menimpa seorang "kuli tinta" ini menjadi ujian bagi ketegasan aparat kepolisian. Juan mendesak agar polisi segera bergerak cepat melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku sebelum ada korban-korban lain yang berjatuhan.
Saya berharap kepolisian segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya. Harus ada efek jera agar masyarakat kembali merasa aman di rumahnya sendiri,” ujar Juan dengan nada masygul saat ditemui pada Jumat (8/5/2026).
Bola panas kini sepenuhnya berada di tangan Polres Sibolga. Publik tidak butuh janji, melainkan bukti nyata apakah pelaku akan diringkus dalam waktu singkat, ataukah supremasi hukum kalah oleh bandit jalanan? Rakyat Sibolga menolak hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Kini, kredibilitas aparat sedang dipertaruhkan demi tegaknya keadilan dan keamanan warga!"(Jh)

