Kupang, detiksatu.com || Direktur dan Founder PT Filosi Exider Inovasi, Erwin Alexander, menegaskan bahwa ekosistem kolaborasi yang telah terbentuk perlu terus dijaga melalui kerja sama berkelanjutan dengan seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan FRC 2026.
Dia berkata, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak di tengah berbagai keterbatasan yang ada.
Erwin menjelaskan, sejak tahun lalu PT Filosi bersama Politeknik Negeri Kupang telah mendiskusikan posisi kampus tersebut sebagai rekan penyelenggara utama kompetisi.
Namun, kata dia, setelah melalui berbagai pertimbangan internal pihak kampus, posisi tersebut akhirnya dialihkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan melalui BPVP Kupang.
“Kami melihat komitmen Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengambil alih posisi sebagai salah satu penyelenggara utama menggantikan Politeknik Negeri Kupang merupakan bentuk kepekaan dan langkah maju pemerintah dalam mendukung kemajuan SDM NTT di bidang teknologi,” kata Erwin, Jumat, 8 Mei 2026 pukul 17.07 WITA.
Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan BPVP Kupang di bawah Kementerian Ketenagakerjaan, Wilfrianus Sabon Tawa, menyampaikan apresiasinya kepada PT Filosi yang telah membangun kerja sama dengan BPVP Kupang sejak pelaksanaan workshop robotika hingga persiapan kompetisi.
“Dengan kerja sama yang terjalin ini, Kompetisi Robotik Pertama di NTT yang puncaknya akan dilaksanakan di gedung BPVP Kupang menjadikan bukan hanya Filosi sebagai tuan rumah, tetapi juga Satpel BPVP Kupang. Karena itu, kita harus mempersiapkan kegiatan ini sebaik mungkin,” tuturnya.
Ia berharap ekosistem teknologi yang mulai terbentuk melalui kegiatan tersebut dapat terus dijaga dan dikembangkan melalui kolaborasi berkelanjutan pasca kompetisi.
Ketua Panitia FRC 2026, Timor Manbait, mengatakan bahwa pelaksanaan kompetisi tersebut telah melalui rangkaian persiapan panjang. Menurutnya, PT Filosi melalui brand Logosi Institute telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik kampus, lembaga kolaborator, sekolah, maupun pemerintah.
“Mulai dari akhir tahun lalu telah dilakukan perekrutan volunteer panitia, sosialisasi robotika ke sekolah-sekolah, workshop robotika, hingga puncaknya berupa perlombaan itu sendiri,” ujarnya.
Timor menjelaskan, puluhan tim dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun luar NTT dipastikan akan ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Sementara, Manager sekaligus Co-Founder Logosi Institute, Vivin da Silva, menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) NTT di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) seharusnya menjadi perhatian utama lembaga pendidikan tinggi dan seluruh elemen masyarakat.
Da Silva menyampaikan apresiasi kepada panitia, sekolah, kampus, dan berbagai lembaga yang telah mendukung niat PT Filosi untuk membangun pendidikan berbasis teknologi di NTT melalui kolaborasi bersama.
“Disparitas pendidikan di NTT tidak bisa diselesaikan dengan kompetisi antar lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal. Kita sudah berada di titik kritis untuk membangun kesadaran kolektif melalui kolaborasi demi terbentuknya ekosistem teknologi. Karena itu, cukup disayangkan apabila masih ada lembaga pendidikan maupun pemangku kepentingan yang belum memiliki cara pandang tersebut,” kata Vivin.
Setelah sukses menyelenggarakan workshop robotika, Filosi Robotic Competition (FRC) 2026 kini memasuki tahap puncak kompetisi yang akan digelar pada 20–22 Mei 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kupang.
Reporter: Emanuel Boli

