Lebak, detiksatu.com - Keberadaan dapur MBG yang aktivitasnya hampir 24 jam disinyalir menggangu kenyamanan warga sekitar, Suara bising pegawai atau karyawan di malam hari, masalah bau tak sedap karena limbah makanan dan sampah tidak dikelola dengan baik, tidak ada ijin dan sosialisasi sebelumnya kepada warga, hal demikian yang ramai dalam pemberitaan di Dapur MBG Yayasan Dermawan Mentari Mega yang berlokasi di Kampung Cirompang, Desa Maja Baru, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Sabtu, (9/1/2026).
Hal tersebut bermula dari aduan warga setempat yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan dapur MBG Yayasan Darmawan Mentari Mega bernama H. Rosyid menyampaikan kepada wartawan,Kamis,(8/1/2026).
"Saya mendukung program pemerintah pusat dengan adanya makan bergizi geratis ( MBG) tapi saya minta kepada pengelola atau karyawan di dapur MBG untuk menjaga kesopanan agar kondusifitas lingkungan terjaga. Silahkan bekerja sebagaimana mestinya, ga harus bercada ketawa ketawa berlebihan sampai mengganggu istirahat warga ,"Ucapanya.
Menurut H. Rosyid dirinya pernah menegur para pegawai atau relawan di dapur MBG tersebut namun diluar dugaan malah mereka tidak menerima dan melawan. "Pernah sekali saya tegur, kata saya bekerjalah sesuai apa yang kalian kerjakan, Eh malah relawan atau karyawan tersebut membalikan dengan kata kata kasar dengan mengatakan kepada saya untuk pindah rumah, "Kalau tidak mau terganganggu pindah aja Rumahnya" Imbuhnya.
"Saya sangat tersinggung sekali dengan sikap mereka yang bahasanya arogan seperti itu, padahal saya lebih dulu dan sudah puluhan tahun tinggal dinisi dari pada Dapur MBG itu. Ko se enakanya aja mereka nyuruh saya pindah rumah,"Katanya dengan nada kecewa.
H Rosyid berharap pemerintah desa atau kecamatan Maja tegas memberikan teguran jika memang benar MBG Yayasan Darmawan Mentari Mega tidak memiliki ijin lingkungan dan tanpa sosialisasi kepada masyarakat.
Sementara Embun, Kepala SPPG di Dapur MBG Yayasan Darmawan Mentari Mega yang berhasil dihubungi memberikan klarifikasi kepada detiksatu.com. Minggu, (11/1/2026).
Embun membenarkan ada insiden dengan salah satu warga setempat, Namun Embun membantah insiden terjadi dengan seluruh warga masyarakat karena keberadaan dapur MBG nya berada pada pemukiman yang tidak padat.
Embun mengaku sudah memberikan teguran kepada pegawainya agar saat bekerja tidak terlalu gaduh sehingga menganggu orang lain.
Embun sangat menyayangkan jika ada tuduhan Dapur MBG Yayasan Darmawan Mentari Mega tidak berijin dan tidak melakukan sosialisasi kepada warga.
" Tidak betul tuduhan MBG Yayasan Darmawan Mentari Mega tidak berijin dan tidak melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat, perlu diketahui para pekerja yang ada di dapur MBG ini berasal dari warga setempat termasuk pak RT juga ikut bekerja disini." Kata Embun lewat sambungan telepon WA.(11/01).
Embun berjanji akan memperbaiki hal hal yang sebelumnya kurang baik dan akan bersikap terbuka menerima saran dan masukan dari semua pihak agar pelayanan Dapur MBG Yayasan Darmawan Mentari bisa lebih baik lagi.(Jul/Red).

