Nduga, detiksatu.com || Keluarga korban bencana banjir dan longsor di Distrik Dal, Kabupaten Nduga, resmi menutup masa duka atas musibah yang menelan 15 korban jiwa.
Bencana banjir dan longsor tersebut terjadi akibat meluapnya Kali Panpan. Warga menyebut salah satu faktor penyebab besarnya dampak bencana adalah belum adanya jembatan permanen yang dibangun oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten setempat.
“Kami warga sipil meminta pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten Nduga untuk segera membangun jembatan permanen di Kali Panpan dan sekitarnya ” ujar Pdt. Mainus Gwijangge saat menyampaikan pernyataan setelah pembubaran tim duka, Minggu (24/2).
Selain pembangunan jembatan, ia juga meminta pemerintah daerah membangun lapangan terbang sebagai alternatif jalur distribusi bantuan.
“Kami minta agar dibangun lapangan terbang Mbua supaya jika terjadi bencana banjir dan jembatan rusak atau terhanyut, penyaluran logistik bisa dilakukan melalui jalur udara,” tambahnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Yeson Gwijangge menyampaikan bahwa tim duka secara resmi telah menutup posko sekaligus melakukan pembubaran masa duka di Distrik Dal.
“Hari ini kami melakukan pembubaran duka di Distrik Dal sejak 30 Oktober 2025, saat terjadi musibah bencana alam Kali Panpan di Distrik Dal Kabupaten Nduga,” kata Yeson.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga korban menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Nduga, serta berbagai pihak lainnya, baik dari unsur pemerintah, gereja, mahasiswa, maupun masyarakat yang telah memberikan bantuan dan donasi bagi warga Distrik Dal.
“Kami keluarga 15 korban di Distrik Dal mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, dan memberikan sumbangan kepada kami,” tutup pernyataan keluarga korban.
(Inggi Kogoya)