Lebak, detiksatu.com - Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Jalupang Mulya Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten sangat memprihatikan. Kondisi tersebut rentan mengancam keselamatan para siswa dan guru saat aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar diruang kelas. Kondisi bangunan yang sudah 9 tahun luput dari perhatian pemerintah benar-benar tak bisa ditolerir lagi. Sabtu, (17/1//2026).
Saat awak media meninjau lokasi nampak terlihat kondisi bangunan cukup menghawatirkan.
- Atap lapuk parah dan siap ambruk setiap saat
- Dinding retak menyebar seperti jaring laba-laba
- Lantai roboh di beberapa titik
- Saat musim hujan, air membanjiri ruang kelas – proses belajar mengajar terhenti total, namun siswa tetap dipaksa masuk sekolah!
Beberapa Warga setempat meminta Pemerintah Segera memperhatikan kondisi sekolah agar secepatnya dapat memperoleh bantuan. Menurut warga kondisi tersebut sangat darurat jika semakin lama khawatir memakan korban jiwa.
"Anak-anak kita bukan tukang tambang yang harus bekerja di tempat berbahaya! Mereka berhak belajar dengan aman dan nyaman, bukan hidup dalam ketakutan setiap hari akan tertimpa reruntuhan bangunan sendiri!" ujar salah seorang warga kepada wartawan. (17/1).
Ditempat terpisah Kepala sekolah SDN 1 Jalupang mengaku resah dengan kondisi bangunan sekolah yang demikian. Menurutnya dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar sangat tidak nyaman karena khawatir bangunan gedung ambruk dan roboh. Namun Ia tetap menjalankan tugasnya sebagai pimpinan dan tenaga pendidik yang menjadi kewajibannya.
Agar secepatnya mendapat perhatian pemerintah, Masyarakat Desa Jalupang Mulya mengeluarkan seruan keras kepada Pemerintah Kabupaten Lebak, Dinas Pendidikan, hingga pusat untuk segera Turun tangan melakukan peninjauan langsung dengan segera.
Pemerintah agar segera mealisasikan anggaran relokasi atau pembangunan gedung baru dan tidak menunda-nunda lagi.
"Ingat, tanah sekolah ini berada di kawasan PTPN – tidak ada kendala yang tidak bisa diatasi jika ada kemauan politik yang sungguh-sungguh." Ungkap salah tokoh masyarakat.
Jangan tunggu kejadian membawa duka, Keselamatan anak-anak adalah prioritas." tambahnya.
Pendidikan berkualitas tidak akan pernah terwujud dengan fasilitas yang tercerabut. Jangan hanya tampil dengan program di atas kertas – tunjukkan tindakan konkret dan hadirlah sebagai pelindung hak pendidikan anak bangsa.(Jul/Red)

