Biringkanayya-Detiksatu.com — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Paccerakkang Tahun Anggaran 2026–2027 di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, menekankan sinergi dan partisipasi warga untuk memastikan pembangunan tepat sasaran.
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Paccerakkang pada Jumat (9/1/2026) menjadi ajang strategis menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus menyelaraskan usulan dengan visi Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota.
Forum ini dihadiri perwakilan pemerintah kelurahan, kecamatan, serta berbagai elemen masyarakat setempat, termasuk Ketua RT/RW yang baru dilantik.Pembukaan Resmi dan Sambutan KunciKepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Biringkanaya, Wuriyanti Saptorini, S.Sos., MM, secara resmi membuka Musrenbang tersebut mewakili Camat Biringkanaya.
Ia didampingi Lurah Paccerakkang, Henny A. Nandang, S.Sos., MM, serta sejumlah pejabat lingkungan setempat.
Wuriyanti menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat, bukan hanya andalan pemerintah semata.“Musrenbang bukan agenda rutin belaka, melainkan ruang dialog untuk memastikan program pembangunan menjawab kebutuhan riil warga Paccerakkang,” tegas Wuriyanti.
Ia menyoroti pentingnya sinergi antara RT/RW yang baru dikukuhkan, tokoh masyarakat, dan pemerintah dari tingkat kelurahan hingga kota, sebagai jembatan awal pembangunan berkelanjutan.
Dorongan Partisipasi Aktif MasyarakatWuriyanti mengajak peserta mengusulkan prioritas pembangunan secara terbuka, meliputi infrastruktur seperti jalan dan drainase, peningkatan SDM melalui pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi UMKM, serta program sosial seperti posyandu dan pemberdayaan perempuan.
Usulan ini harus dibahas secara musyawarah dengan menjunjung nilai kearifan lokal Bugis-Makassar: sipakainga (saling mengingatkan), sipakatau (saling menghargai), dan sipakalebbi (saling memuliakan).“Perbedaan opini wajar terjadi, tapi diskusikan dengan hormat agar hasilnya mencerminkan kepentingan bersama dan berkelanjutan,” pintanya. Momentum pelantikan Ketua RT/RW baru dijadikan titik awal memperkuat koordinasi lintas elemen masyarakat dan pemerintah.
Apresiasi Lurah dan Harapan ke DepanLurah Henny A. Nandang menyampaikan terima kasih atas antusiasme peserta, termasuk tokoh agama, pemuda, kelompok perempuan, dan warga biasa. “Aspirasi hari ini jadi modal utama kami susun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) kelurahan 2026–2027,” ujarnya. Ia berharap usulan prioritas yang lolos ke tingkat kecamatan dan kota realistis, komprehensif, serta sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Makassar.Henny menambahkan, Musrenbang ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti rehabilitasi pasar atau saluran air, tapi juga non-fisik seperti pengembangan ekonomi digital dan pencegahan stunting.
Hasilnya diantisipasi mempercepat pencapaian Makassar sebagai kota layak huni dengan pemerataan kesejahteraan.Konteks Strategis di Tengah Tantangan LokalDalam konteks Biringkanaya yang padat penduduk, Musrenbang Paccerakkang krusial mengatasi isu banjir musiman, kemacetan, dan ketimpangan ekonomi akibat urbanisasi cepat. Analisis data Badan Pusat Statistik (BPS) Makassar 2025 menunjukkan kelurahan ini membutuhkan investasi infrastruktur sekitar Rp15 miliar untuk 2026–2027, dengan porsi 60% fisik dan 40% pemberdayaan masyarakat.
Keberlanjutan program bergantung pada monitoring ketat dan evaluasi tahunan, sebagaimana diamanatkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Musrenbang.Forum ini diakhiri dengan penyusunan daftar usulan prioritas yang akan dipresentasikan ke Musrenbang tingkat kecamatan bulan depan. Dengan partisipasi penuh dari seluruh elemen, Kelurahan Paccerakkang berpotensi menjadi model kelurahan mandiri di Makassar, mewujudkan visi "Makassar Kota Jasa dan Kota Masa
Liputan:Rd