Palopo-detiksatu.com - Dalam rangka mendukung program Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kota Palopo melaksanakan kegiatan panen raya pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen jajaran pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Panen raya yang dilaksanakan di area pertanian Lapas Kelas I Palopo tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Palopo, Bapak Jose Quelo, A.Md.P., S.H., M.H. Kehadiran pimpinan lapas menunjukkan keseriusan lembaga pemasyarakatan dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu sarana pembinaan yang berkelanjutan dan produktif.
Selain Kalapas, kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan pemerintah kelurahan setempat. Turut hadir Komando Rayon Militer (Danramil) yang diwakili oleh Babinsa Kelurahan Buntudatu, PELDA Alyansah, Kapolsek Wara Utara, IPDA Robert Pakiding, serta Danduru Sampeallo. Hadir pula Lurah Buntudatu, Anny, S.IP, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan di wilayahnya.
Kegiatan panen raya ini juga melibatkan para penyuluh pertanian dan perikanan yang selama ini berperan aktif dalam memberikan pendampingan teknis, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga masa panen. Pendampingan tersebut bertujuan agar hasil pertanian yang dikembangkan di dalam lapas dapat memberikan hasil optimal dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Lapas Kelas I Palopo turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan dan kemandirian warga binaan. Kehadiran Dharma Wanita menambah semangat kebersamaan serta memperkuat sinergi internal dalam mendukung program-program strategis lapas.
Dalam keterangannya, Kalapas Kelas I Palopo, Jose Quelo, menyampaikan bahwa panen raya serentak ini merupakan implementasi nyata dari arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mengoptimalkan potensi lapas sebagai bagian dari solusi ketahanan pangan nasional. Selain itu, kegiatan pertanian ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Menurutnya, program pertanian dan perikanan yang dikembangkan di Lapas Kelas I Palopo tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran, kedisiplinan, serta tanggung jawab warga binaan dalam mengelola kegiatan secara berkelanjutan.
Panen raya serentak ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi contoh sinergi antara lembaga pemasyarakatan, aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Kota Palopo.
Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Kelas I Palopo tidak hanya menjalankan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mendukung program nasional serta pembangunan sektor pangan di daerah.
Liputan:Rd

