Polewali Mandar,detiksatu.com— Kondisi Pasar Campalagian, salah satu pusat aktivitas ekonomi rakyat di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kian memprihatinkan.
Bangunan yang menua, lingkungan yang kumuh, serta sistem drainase yang buruk membuat pasar ini dinilai membutuhkan rehabilitasi menyeluruh dan penanganan serius dari pemerintah daerah.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah los dan kios pasar mengalami kerusakan fisik. Atap bocor, lantai becek, serta tumpukan sampah di beberapa sudut pasar menjadi pemandangan yang kerap dijumpai, terutama pada jam-jam ramai.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan aktivitas jual beli, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan.
“Kalau hujan, air tergenang. Bau tidak sedap juga sering muncul. Kami sudah lama berharap pasar ini diperbaiki,” ujar Rahma, pedagang sayur di Pasar Campalagian, mingu 11 januari 2026
Keluhan serupa disampaikan para pembeli yang menilai kondisi pasar jauh dari standar pasar rakyat yang bersih dan layak. Mereka khawatir situasi tersebut dapat berdampak pada kualitas bahan pangan yang dijual, sekaligus menurunkan minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional.
Pasar Strategis, Fasilitas Tertinggal
Pasar Campalagian memiliki peran penting sebagai urat nadi perekonomian masyarakat di wilayah Campalagian dan sekitarnya.
Ribuan pedagang dan pembeli menggantungkan aktivitas ekonomi harian di pasar ini. Namun, peran strategis tersebut dinilai belum diimbangi dengan perhatian pembangunan yang memadai.
Sejumlah tokoh masyarakat setempat menilai, kondisi pasar mencerminkan lemahnya prioritas pemerintah daerah dalam membenahi fasilitas publik yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan rakyat kecil.
“Pasar ini bukan hanya tempat jual beli, tapi juga ruang sosial dan ekonomi. Kalau dibiarkan kumuh, dampaknya ke pendapatan pedagang dan kenyamanan warga,” kata Burhanuddin, tokoh masyarakat Campalagian.
Desakan Rehabilitasi Menyeluruh
Berbeda dengan perbaikan ringan, masyarakat menilai Pasar Campalagian membutuhkan rehabilitasi menyeluruh, mulai dari perbaikan bangunan utama, penataan los dan kios, pembenahan drainase, hingga pengelolaan sampah yang terintegrasi.
Tanpa langkah serius, pasar dikhawatirkan semakin tertinggal dibanding pasar-pasar modern.
Pengamat tata kota dan kebijakan publik menilai rehabilitasi pasar tradisional semestinya menjadi prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan penguatan ekonomi kerakyatan.
“Revitalisasi pasar bukan sekadar proyek fisik. Harus ada perencanaan matang agar pasar menjadi bersih, aman, dan tetap berpihak pada pedagang kecil,” ujar seorang akademisi Universitas Sulawesi Barat.
Respons Pemerintah Daerah
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui dinas terkait menyatakan telah mencatat Pasar Campalagian sebagai salah satu fasilitas publik yang memerlukan pembenahan.
Namun, keterbatasan anggaran dan banyaknya kebutuhan pembangunan disebut menjadi tantangan tersendiri.
“Kami memahami keluhan masyarakat. Pasar Campalagian masuk dalam daftar evaluasi dan akan diupayakan penanganannya secara bertahap,” ujar seorang pejabat pemerintah daerah.
Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan kekecewaan pedagang dan warga. Mereka berharap pemerintah daerah tidak sekadar menjadikan rehabilitasi pasar sebagai wacana, tetapi segera merealisasikannya dalam program dan anggaran yang jelas.
Menunggu Keberpihakan Nyata
Bagi masyarakat Campalagian, rehabilitasi pasar bukan hanya soal bangunan baru, melainkan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi rakyat.
Pasar yang bersih dan layak diyakini akan meningkatkan daya saing pedagang, kenyamanan pembeli, serta citra daerah secara keseluruhan.
Kini, harapan tertuju pada komitmen pemerintah daerah Polewali Mandar untuk menjadikan Pasar Campalagian sebagai prioritas pembangunan.
Publik menunggu langkah nyata, agar pasar tradisional ini tidak terus terjebak dalam kondisi kumuh dan terabaikan.
Liputan:Rd

