Maros-detiksatu.com - Pesawat jenis ATR milik Indonesia Air Transport dilaporkan mengalami hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Hingga Sabtu malam, keberadaan pesawat tersebut masih belum diketahui secara pasti, sementara upaya pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.
Informasi awal mengenai hilang kontaknya pesawat ini diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Makassar sekitar pukul 13.17 WITA. Berdasarkan laporan yang diterima dari AirNav Indonesia, pesawat tersebut diduga terakhir berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, sebelum akhirnya tidak lagi dapat dihubungi.
Seiring dengan kabar tersebut, beredar sejumlah foto dan informasi di media sosial yang mengklaim bahwa pesawat tersebut telah jatuh dan ditemukan oleh warga di kawasan Gunung Bulusaraung. Dalam foto-foto yang beredar, tampak serpihan yang disebut-sebut sebagai puing-puing pesawat. Namun hingga saat ini, pihak berwenang menegaskan bahwa informasi dan foto-foto tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih menunggu proses verifikasi secara langsung di lapangan.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data yang diterima dari AirNav Indonesia, posisi terakhir pesawat diperkirakan berada pada koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur, yang berada di sekitar wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.
“Saat ini kami telah bergerak menuju lokasi sesuai dengan koordinat yang diberikan oleh AirNav, yakni di sekitar kawasan Leang-Leang, Kabupaten Maros,” ujar Andi Sultan dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Sabtu sore.
Basarnas Makassar telah mengerahkan personel beserta sejumlah peralatan pendukung untuk melakukan pencarian. Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur terkait, di antaranya TNI, Polri, pemerintah daerah setempat, relawan, serta pihak AirNav Indonesia. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh tim di lapangan.
Wilayah pencarian diketahui memiliki medan yang cukup berat dengan kontur pegunungan dan kawasan karst yang luas. Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari, sehingga upaya pencarian dilakukan secara bertahap dan dengan mengutamakan keselamatan personel.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah penumpang dan awak pesawat yang berada di dalam pesawat tersebut. Pihak maskapai maupun otoritas penerbangan juga belum memberikan pernyataan terkait kondisi pesawat ataupun kemungkinan penyebab hilang kontaknya pesawat tersebut.
Basarnas Makassar menyatakan bahwa setiap perkembangan di lapangan akan disampaikan secara terbuka kepada publik melalui informasi resmi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, khususnya yang bersumber dari media sosial.
Operasi pencarian dan pertolongan akan terus dilakukan hingga diperoleh kepastian mengenai keberadaan pesawat yang dilaporkan hilang kontak tersebut.
Liputan:Rd

