Gayo Lues | detiksatu.com — Pemulihan pascabencana tidak cukup dengan janji dan wacana. Ia menuntut kerja nyata, tangan yang kotor oleh lumpur, dan keberanian untuk hadir di saat masyarakat paling membutuhkan. Prinsip itulah yang diwujudkan oleh prajurit Yonif TP 855/RD bersama masyarakat Desa Tetinggi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues.
Pada Senin (19/01/2026), prajurit Yonif TP 855/RD di bawah pimpinan Letnan Dua Inf Ferri Hendra Putra melaksanakan aksi karya bakti berkelanjutan sebagai respons cepat terhadap kebutuhan mendesak warga terdampak bencana. Kegiatan ini difokuskan pada penyediaan hunian sementara (Huntara), penggalian sumur air bersih, serta pembersihan rumah-rumah warga dari sisa material bencana.
Penyediaan hunian yang layak dan akses terhadap air bersih menjadi langkah fundamental dalam memulihkan standar hidup masyarakat pascabencana. Tanpa dua hal ini, pemulihan hanya akan menjadi slogan kosong. Karena itu, prajurit Yonif TP 855/RD memilih turun langsung ke lapangan, bekerja bahu-membahu dengan warga, memastikan solusi hadir sebelum keluhan berubah menjadi keputusasaan.
Kegiatan pertama yang dilaksanakan adalah pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Huntara ini diharapkan menjadi ruang aman sementara bagi keluarga terdampak, sekaligus titik awal untuk membangun kembali kehidupan yang sempat runtuh akibat bencana.
Selain itu, prajurit juga membantu penggalian sumur air bersih di desa tersebut. Langkah ini menjadi krusial mengingat banyak warga kehilangan akses air bersih dan sanitasi pascabencana. Sumur yang digali diharapkan mampu menjamin kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mencegah munculnya penyakit akibat lingkungan yang tidak higienis.
Tak berhenti di situ, aksi kemanusiaan ini juga mencakup pembersihan rumah-rumah warga dari sisa material bencana. Lumpur, kayu, dan puing-puing yang menumpuk dibersihkan secara gotong royong untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan layak huni. Suasana kebersamaan antara prajurit dan warga tampak kuat—tanpa sekat, tanpa seremonial berlebihan, hanya kerja dan kepedulian.
Letnan Dua Inf Ferri Hendra Putra menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana. Menurutnya, pemulihan tidak bisa menunggu semuanya sempurna; yang terpenting adalah bergerak cepat dan tepat sasaran.
Aksi karya bakti berkelanjutan ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Tetinggi. Kehadiran prajurit bukan hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan suntikan semangat dan rasa aman bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari bencana.
Di tengah keterbatasan, sinergi antara TNI dan masyarakat kembali membuktikan satu hal sederhana namun mendalam: pemulihan sejati lahir dari kebersamaan dan keberanian untuk bertindak.
RAKSAKA DHARMA
Berani, Benar, Setia.
(Editor - Kang Juna)

