Jakarta,detiksatu.com || Pengkhianatan, tidak merugikan siapapun kecuali bagi pelakunya. Bagi para pejuang, kehilangan pengkhianat adalah berkah. Karena pengkhianat tidak menambah apapun, kecuali beban bagi perjuangan.
Namun, pengkhianatan itu tidak boleh ditolerir. Bukan sekedar untuk menghukum pelakunya, melainkan agar menjadi teladan bagi umat dan generasi selanjutnya. Mereka semua harus mendapatkan pesan, bahwa pelaku pengkhianatan adalah aib yang sangat memalukan.
Jangan sampai ada yang mentolerir pengkhianatan, dengan mengunggah iba pada para pengkhianat, apalagi bangga dengan tindakan pengkhianat. Gemerlapnya dunia yang diperoleh pengkhianat, adalah aib yang harus dibongkar dan dipermalukan. Bukan untuk diingini, apalagi dikagumi.
Mendapat mobil mewah dari pengkhianatan, uang bermilyar dari pengkhianatan, hingga lepas dari kezaliman para penzalim dari pengkhianatan, adalah perbuatan yang sangat memuakkan. Ajak seluruh umat, untuk muak dengan perbuatan ini.
Siapapun yang merestui pengkhianatan, hakekatnya juga pengkhianat. Saat Allah SWT tutup aibnya, maka itu adalah kesempatan untuk bertaubat. Namun jika Allah SWT membongkar aib tersebut, maka itu adalah azab bagi restu atas pengkhianatan.
Yang berkhianat bukan hanya yang tampak di permukaan. Dibalik itu masih banyak pengkhianat pengkhianat lainnya. Semua harus diingatkan agar bertaubat.
Meskipun berlindung dibalik jubah kesalehan, berkhianat tetaplah aib. Jadi, jangan pernah permisif pada perilaku pengkhianat. No kompromi !
Jangan berfokus pada pengkhianat. Tapi fokus untuk memperbaiki umat dan melawan kezaliman. Karena pengkhianat tidak akan merugikan siapapun, kecuali bagi pelakunya.
Wahai umat, teruslah berjuang. Gelorakan amar makruf nahi mungkar, lawan kezaliman.
Tetap waspada, dengan menjadikan syariah Islam sebagai pedoman. Jangan taklid buta apalagi kultus pada sosok atau tokoh tertentu.
Niatkan berjuang karena Allah. Minta petunjuk dan pertolongan Allah. Teruslah berjuang. Allahu Akbar ! [].

