Pengikut

Presiden Prabowo: Perayaan Natal Nasional Meneguhkan Indonesia, Bukti Jati Diri Indonesia sebagai Bangsa Majemuk dan Bersatu, Cerminan Persatuan Dalam Keberagaman

Redaksi
Januari 06, 2026 | Januari 06, 2026 WIB Last Updated 2026-01-05T23:56:57Z
Jakarta, detiksatu.com || Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tegaskan natal nasional bukti jati diri bangsa Indonesia yang majemuk dan bersatu. Puncak Peringatan Natal Nasional Tahun 2025 menjadi bukti nyata jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar, majemuk, dan mampu hidup rukun dalam perbedaan. Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutannya pada Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin malam, 5 Januari 2026.

Menurut Presiden, Indonesia merupakan bangsa yang dianugerahi keberagaman luar biasa, baik dari sisi suku, etnis, ras, agama, maupun budaya. Keberagaman itu justru menjadi kekuatan utama yang menyatukan bangsa Indonesia dalam satu tekad dan tujuan bersama.

“Kita adalah bangsa yang sangat besar. Para pakar ada yang menghitung kelompok etnis di Indonesia mencapai sekitar 1.700, dengan bahasa daerah yang sangat banyak. Di bumi Nusantara ini, suku-suku kita menganut agama-agama yang berbeda-beda, tetapi kita bisa bersatu, kita bisa hidup sebagai satu bangsa, satu nusa, yang memiliki satu bahasa karena kita punya niat yang sama: kita ingin meraih kehidupan yang baik bersama,” ujar Presiden Prabowo disambut tepuk tangan hadirin.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa keberadaan bangsa Indonesia merupakan takdir Tuhan Yang Maha Esa yang patut disyukuri bersama. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia tidak dapat memilih dilahirkan di mana dan dari siapa, namun dari takdir itulah bangsa Indonesia tumbuh menjadi negara besar dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia.

“Saya merasa besar hati, saya merasa bangga mendapat kehormatan besar menjadi presiden dari sebuah negara yang sangat besar. Jumlah penduduk kita keempat terbesar di dunia. Eropa itu 27 negara, sementara kita satu negara,” imbuh Kepala Negara.

Dalam konteks global yang diliputi ketidakpastian dan konflik di berbagai kawasan dunia, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersyukur atas kondisi Indonesia yang relatif damai. Ia mengakui bahwa sebagai negara besar, Indonesia tidak lepas dari perbedaan pandangan, persaingan, bahkan potensi konflik. Namun secara umum, bangsa Indonesia dinilai mampu menjaga harmoni sosial, saling menghormati, dan saling mencintai.

“Kita mengerti, negara sebesar ini pasti ada perselisihan paham, ada konflik, ada perseteruan, ada persaingan. Tetapi secara umum, bangsa-bangsa lain mulai melihat bangsa Indonesia sebagai bangsa besar yang dapat hidup dengan harmoni, dengan saling menghormati dan saling mencintai,” tutur Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmennya bersama jajaran Kabinet Merah Putih untuk terus bekerja keras melayani rakyat Indonesia. Ia menekankan bahwa seluruh upaya pemerintah diarahkan semata-mata untuk kepentingan rakyat, terutama dalam menghapus kemiskinan, mengurangi penderitaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu saya bersama pembantu-pembantu saya bekerja sangat keras. Kami bekerja untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia, mengurangi penderitaan dan kesulitan rakyat, termasuk di daerah-daerah yang sedang mengalami bencana. Percayalah, itu niat kami. Kami optimistis dan percaya bahwa kami berada di jalan yang benar, di atas kebenaran dan keadilan, dan hanya untuk kebaikan rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

Menjelang penutupan pidatonya, Presiden Prabowo secara pribadi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia apabila selama ini terdapat kata-kata atau perbuatan yang kurang berkenan.

“Sebagai penutup, saya pribadi sebagai Prabowo Subianto dan sebagai Presiden Republik Indonesia, apabila ada kata-kata saya yang salah, yang menyinggung perasaan siapa pun, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ucap Presiden dengan penuh ketulusan.

Perayaan Natal Nasional 2025 berlangsung khidmat dan penuh sukacita dengan mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.” Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir langsung dalam perayaan tersebut dan tampak kompak mengenakan kemeja batik bernuansa cokelat. Wakil Presiden Gibran tiba lebih dahulu sekitar pukul 18.45 WIB dan disambut sorak sorai jemaat. Presiden Prabowo menyusul tiba sekitar pukul 19.05 WIB, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan menyempatkan diri menyalami jemaat yang hadir.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama, yang semakin menegaskan semangat persatuan dan nasionalisme. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, unsur TNI dan Polri, serta pejabat tinggi negara turut hadir, di antaranya Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Perumahan Maruarar Sirait, Menteri HAM Natalius Pigai, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, serta adik Presiden, Hashim Djojohadikusumo.
Apresiasi tinggi disampaikan Hashim Djojohadikusumo selaku Ketua Dewan Penasihat Panitia Natal Nasional 2025 kepada seluruh panitia yang dinilai sukses menyelenggarakan acara dengan tertib dan penuh makna.
“Atas nama panitia Natal Nasional, saya haturkan terima kasih atas kehadiran Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, serta seluruh hadirin,” ujar Hashim dalam sambutannya.
Usai sambutan, Hashim bersama Ketua Panitia Natal Nasional 2025 Maruarar Sirait menyalakan lilin Natal yang diiringi lantunan lagu O Holy Night, menciptakan suasana haru dan penuh spiritualitas.

Perayaan Natal Nasional 2025 juga dihadiri para tokoh dan pimpinan organisasi keagamaan Kristen dan Katolik, antara lain Ketua Umum PGI Pdt. Jacklyn Manuputty, Sekjen KWI Mgr. Adrianus Sunarko, Ketua Umum PGPI Pendeta Jason Balompapueng, Ketua Umum PGLII Pendeta Tommy O. Lengkong, Ketua Umum Baptis Pendeta Rendy A. Chuang, Ketua Umum GMAHK Pdt. Binsar Sagala, Ketua Gereja Ortodoks Penatua Jimmy Yakobus, serta Ketua Umum Bala Keselamatan Kolonel Hosea Makagiantang.

Puncak Peringatan Natal Nasional 2025 pun menjadi simbol kuat persatuan, toleransi, dan keharmonisan bangsa Indonesia sekaligus penegasan bahwa di tengah keberagaman, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai satu bangsa yang besar dan berdaulat.


Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Presiden Prabowo: Perayaan Natal Nasional Meneguhkan Indonesia, Bukti Jati Diri Indonesia sebagai Bangsa Majemuk dan Bersatu, Cerminan Persatuan Dalam Keberagaman

Trending Now