Hal ini ditegaskan pengacara mereka, Refly Harun . "Saya sebagai lawyer mereka juga harus pasang kuda-kuda, karena saya lihat mode mereka juga tidak, mode minta maaf," kata Refly dalam program Interupsi bertajuk 'Jokowi Tak Maafkan Roy-Rismon-Tifa, Kenapa?' yang ditayangkan iNews, Kamis (1/1/2026).
Dia mencontohkan bagaimana pernyataan dari para kliennya itu yang tidak menunjukkan indikasi adanya sinyal untuk meminta maaf kepada Jokowi. Sebaliknya, mereka justru terus mengkritisi Jokowi, khususnya berkaitan dengan kasus tudingan ijazah palsu ini.
Coba lihat tuh, tweet-tweet Dokter Tifa misalnya. Wah itu kan modenya, mode terus-menerus, bukan menyeranglah, mengkritik. Rismon juga begitu, kemudian Roy Suryo juga begitu, bahkan Roy Suryo dengan tegas mengatakan ngapain minta maaf. Saya bisa konfirmasi, pastikan bahwa tidak ada niat mereka meminta maaf," tutur Refly.
Refly menyatakan bahwa sikap kritis yang dilayangkan kepada Jokowi itu diambil bukan lantaran persoalan ijazahnya saja, tapi juga berkaitan dengan kepemimpinannya selama 10 tahun menjabat.
Kalau kita lihat tweet mereka, kemudian sikap mereka, ya mereka menganggap tidak hanya soal ijazah palsu, tetapi Jokowi adalah pemimpin yang gagal," pungkasnya.

