Luwu-detiksatu.com - Timur, 17 Januari 2026 – Pagi itu, udara Luwu Timur terasa segar dan hangat saat sinar matahari menembus dedaunan pegunungan Mangkutana. Ratusan peserta dari berbagai daerah bersiap dengan motor trail mereka, helm terpasang, dan semangat membara. Deru mesin motor berpadu dengan kicau burung, menciptakan irama khas pagi petualangan alam.
Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, hadir sejak awal di garis start. Ia menyapa peserta dengan hangat, lalu berujar, “Kegiatan ini bukan sekadar olahraga. Trail adventure ini juga media untuk memperkenalkan potensi alam Luwu Timur, sekaligus mendukung ketahanan pangan. Saya senang melihat antusiasme masyarakat, terutama generasi muda, yang ikut serta.”
Kasat Lantas Polres Luwu yang hadir untuk memastikan keselamatan peserta menambahkan, “Kami ingin masyarakat bisa menikmati olahraga dengan aman. Jalur ini menantang, tapi dengan pengaturan yang tepat, semua peserta bisa menikmati pengalaman ini dengan nyaman.”
Sementara itu, Fauzan Mamala, anggota Grub Morowali Utara dan Wakil Ketua Umum BPC HIPMI Morut, menyatakan, “Kegiatan ini menjadi wadah bagi komunitas, pemerintah, dan pelaku usaha untuk bersinergi. Trail adventure ini mengajarkan kita tentang kebersamaan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.”
Di sepanjang jalur, panitia telah menyiapkan beberapa pos edukasi. Dedi Arifin, ketua panitia, menjelaskan, “Kami ingin peserta tidak hanya menaklukkan jalur, tetapi juga belajar menjaga alam dan memahami pentingnya ketahanan pangan. Beberapa pos menghadirkan praktik pertanian organik, dan peserta bisa melihat bagaimana lahan lokal bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan.”
Para peserta tampak bersemangat. Rina Sari, salah satu peserta perempuan, berbagi pengalaman, “Ini pengalaman yang luar biasa. Pemandangannya indah, jalurnya menantang, dan saya belajar banyak tentang menjaga alam serta ketahanan pangan. Seru dan mendidik sekaligus!”
Suasana semakin hidup ketika peserta melewati jalur sungai berbatu. Ardianto, seorang peserta laki-laki, berteriak sambil menyeimbangkan motornya, “Wah, sensasi trail asli! Rasanya seperti berada di alam liar, tapi tetap aman karena panitia sigap.” Teriakan semangat peserta lain dan sorakan penonton—anak-anak dan keluarga yang hadir—menambah semarak kegiatan.
Di pos edukasi, seorang petani lokal, Pak Hasan, memberikan demonstrasi singkat tentang pertanian organik. “Melalui kegiatan ini, kami ingin generasi muda melihat langsung bagaimana kita bisa memanfaatkan lahan lokal tanpa merusak alam,” ujarnya sambil menunjukkan teknik sederhana untuk menanam sayuran secara organik.
Kegiatan ini juga menjadi media silaturahmi. Mila Andini, peserta yang datang bersama komunitasnya, berkata, “Trail adventure ini bukan hanya olahraga, tapi juga ajang membangun persahabatan. Kita bisa bertemu teman baru, belajar bersama, dan saling mendukung di setiap rute yang dilewati.”
Wakil Bupati menambahkan, “Saya berharap kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin. Tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di Luwu Timur.”
Di area finish, peserta berkumpul, saling berbagi cerita, dan melakukan foto bersama. Senyum lelah namun puas terpancar dari wajah mereka. Fauzan Mamala menutup kegiatan dengan pesan, “Menjaga alam, memperkuat ketahanan pangan, dan membangun kebersamaan masyarakat adalah kunci kemajuan Luwu Timur. Kegiatan ini hanyalah salah satu bentuk wujud nyata dari semangat itu.”
Ketika matahari mulai condong ke barat, suara gemerisik daun dan burung kembali mendominasi hutan. Namun semangat yang tercipta sepanjang hari itu—semangat petualangan, kebersamaan, edukasi lingkungan, dan kepedulian terhadap ketahanan pangan—akan terus bergema di Luwu Timur. Kegiatan ini membuktikan, olahraga, pariwisata, dan ketahanan pangan bisa berjalan beriringan, memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus mempromosikan potensi alam yang luar biasa
Reporter:Rd

