Eggi Sudjana Bantah Fitnah Video Yang Beredar Di Tiktok, Dan Kami Akan menempuh Jalur Hukum

Redaksi
Februari 01, 2026 | Februari 01, 2026 WIB Last Updated 2026-02-01T07:39:38Z
Jakarta,detiksatu.com || Prof. Eggi Sudjana menepis tudingan fitnah terkait dugaan Ujaran Kebencian Dan Sok kenal yang di akun tiktok , Eggi Sudjana menegaskan bahwa dugaan beredar nya video fitnah terbukti berdasarkan pengakuan, tanpa kenal ikut ikutan karena momen saya bertemu dengan Jokowi, dalam pertemuan tersebut saya tidak pernah minta maaf bahkan saya sendiri tidak kenal sama orang yang di akun tiktok itu, tegasnya, 

Eggi Sudjana menanggapi pernyataan video yang beredar di tiktok dalam sebuah podcast yang beredar. Ia menegaskan bahwa klaim yang menyebut dirinya difitnah tidak sesuai dengan fakta dan proses hukum yang sedang berjalan.

"Kasus ini bukan opini atau narasi sepihak. Tapi ini video murni yang di lontarkan oleh orang yang tidak dikenal, yang mengaku mengenal saya, dalam hal ini kubu Eggi Sudjana segera laporkan akun tiktok @spardaxyz5


Kasus ini bermula dari video pengakuan di dalam votcas akun tiktok milik @spardaxyz5   
Sok kenal sama Eggi Sudjana, 
Sementara Eggi Sudjana tidak pernah kenal orang yang di akun tiktok itu, 


Peristiwa bermula ketika akun tiktok milik @ spardaxyz5 menemukan konten di akun TikTok milik terlapor yang memuat tuduhan terhadap dirinya. Konten tersebut kemudian menyebar dan menjadi konsumsi publik.

Merasa dirugikan secara moral dan sosial, BES segera melaporkan kasus ini ke Polda metro jaya agar persoalan tersebut diproses sesuai hukum.

“Saya hanya ingin nama baik saya dipulihkan dan ada pertanggungjawaban atas apa yang disampaikan di media sosial,” katanya.

Selain itu Kanit polres Jakarta Selatan membenarkan, adanya pihak-pihak yang merusak nama baik Eggi Sudjana tersebut. Kami akan bantu agar proses sesuai hukum.

“Laporan pengaduan sudah kami terima dari wartawan detiksatu.com dan akan diproses oleh Satreskrim untuk pendalaman lebih lanjut, di tunggu laporan resmi dari pihak Eggi Sudjana, pungkasnya.


sangat beruntung Ath-Thabari yang mendapatkan nikmat berupa tuduhan dusta sampai-sampai jenazahnya pun tak boleh dikuburkan di siang hari. 

Penuduhnya bukan sembarangan. Dua orang besar anak dari dua tokoh sangat besar. Ia dilarang mengajar. Tapi itu justru menjadi masa yang syahdu untuk menulis kitab-kitab yang kelak menjadi rujukan utama ahlus sunnah hingga masa ini.

Tetapi itu merupakan kerugian yang besar bagi yang menuduh. Betapa ringannya menuduh, betapa beratnya akibat yang harus ditanggung. Adakah yang semacam ini akan terulang kelak? Adakah kita termasuk bagiannya?

Selain Ath-Thabari, Imam Syafi’i maupun Imam Ahmad yang menjadi tokoh rujukan ahlussunnah juga pernah digebuki dan disiksa dengan tuduhan yang apabila seseorang terkena tuduhan itu, niscaya yang terbayang di benak orang adalah biang kesesatan nyata yang sangat besar.

Bagi yang dituduh, itu tidak mendatangkan madharat akhirat jika bersabar. Orang lain beramal, pahalanya bagi dia jika dia tetap tidak ridha terhadap orang yang memfitnah dan menyebarkannya. Makin besar andilnya dalam membuat berita bohong atau menyebarkannya, makin besar azab Allah Ta’ala baginya.

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.” (QS. An-Nuur, 24: 11).

“(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (QS. An-Nuur, 24: 15).

Penyebab orang mudah berpartisipasi menyebarluaskan tuduhan, meskipun tidak merasa menyebarluaskan (cuma share kok…) adalah karena menganggapnya sebagai perkara yang ringan. Padahal di sisi Allah Ta’ala itu merupakan persoalan yang sangat besar.*
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Eggi Sudjana Bantah Fitnah Video Yang Beredar Di Tiktok, Dan Kami Akan menempuh Jalur Hukum

Trending Now