📅 Bandung, Jumat, 6 Februari 2026
*Kebijakan Tanpa Solusi: Ketika Janji Mengalahkan Amanah* 🌱⚖️
Kepemimpinan dalam Islam adalah amanah besar, bukan sekadar jabatan. Setiap kebijakan pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
Allah ﷻ berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan?
Sangat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”
(QS. Ash-Shaff: 2–3) 📖✨
Ayat ini menegur keras pemimpin yang gemar membuat janji dan aturan, namun lalai menyiapkan solusi nyata bagi rakyat yang terdampak.
⚠️ *Dosa Kepemimpinan yang Menyengsarakan Rakyat*
Al-Qur’an juga mengingatkan bahaya ketika pemimpin dan elit kekuasaan membuat kebijakan tanpa keadilan, hingga rakyat kecil menjadi korban:
*“Dan apabila Kami hendak membinasakan suatu negeri, Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu, tetapi mereka durhaka. Maka pantaslah berlaku ketentuan Kami atasnya, lalu Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”*
(QS. Al-Isrā’: 16) 💥📉
Ayat ini menunjukkan bahwa kerusakan sosial dan penderitaan rakyat sering bermula dari keputusan para penguasa yang:
*Hidup nyaman di atas penderitaan rakyat*
*Membuat kebijakan tanpa empati*
*Membiarkan rakyat kehilangan mata pencaharian*
*Ketika pemimpin tidak peduli pada dampak kebijakannya, maka dosa itu tidak berhenti pada niat, tetapi menjadi kezaliman nyata.*
🧭 *Amanah Kekuasaan dan Keadilan Sosial*
*Allah ﷻ kembali menegaskan:*
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”
(QS. An-Nisā’: 58) ⚖️📜
Kebijakan yang: Melarang tanpa solusi, Menghentikan usaha rakyat tanpa alternatif, Memutus nafkah keluarga tanpa jaminan hidup.
➡️ bukanlah keadilan, melainkan pengabaian amanah kekuasaan.
🌾 *Ketika Kebijakan Lingkungan Kehilangan Nurani*
Menjaga lingkungan adalah kewajiban 🌍, tetapi tanpa skema transisi yang adil, kebijakan berubah menjadi pemiskinan struktural. Rakyat sektor tambang tradisional dan usaha kecil bukan perusak alam, melainkan pejuang nafkah keluarga 👨👩👧👦.
*Melarang tanpa solusi berarti:*
Memutus rezeki 💼❌
Menambah kemiskinan ⚠️
Menciptakan penderitaan kolektif
✨ *Pemimpin yang adil memikirkan dampak sebelum membuat aturan.*
*Pemimpin yang lalai hanya pandai berjanji dan meninggalkan luka.*
🤲 Semoga para pemimpin diberi hikmah dan keberanian untuk bertanggung jawab, dan rakyat diberi keadilan serta perlindungan.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.
*Salam, Tajiem, Taqwa dan Jihad*
*Brother Eggi Sudjana - BES*

