Dubai Jadi Sasaran Pengemis Musiman Selama Ramadan Banyak Pengemis Datang dengan Visa Kunjungan, Polisi Tangkap Puluhan Pelaku

Maret 06, 2026 | Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T21:44:14Z
Dubai, detiksatu.com || Kota metropolitan mewah di Dubai kembali menghadapi fenomena pengemis musiman yang muncul setiap bulan suci Ramadan. Fenomena ini tidak hanya terjadi di sejumlah negara berkembang, tetapi juga di kota futuristik yang dikenal dengan gedung pencakar langit dan gaya hidup kelas dunia tersebut.

Otoritas setempat melalui Dubai Police melaporkan bahwa 37 pengemis berhasil ditangkap selama minggu kedua Ramadan dalam operasi yang digelar di berbagai wilayah emirat. Penangkapan ini merupakan bagian dari kampanye khusus untuk memberantas praktik mengemis ilegal yang kerap meningkat selama bulan puasa.

Menurut laporan media lokal Khaleej Times, para pengemis tersebut berasal dari berbagai negara dan sebagian besar masuk ke wilayah Uni Emirat Arab menggunakan visa kunjungan. Mereka diduga sengaja datang pada periode Ramadan untuk memanfaatkan tingginya semangat berbagi dan kepedulian sosial masyarakat.

Situasi ini kerap dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk melakukan aksi mengemis secara terorganisir.
Polisi mengungkapkan bahwa para pelaku menggunakan berbagai taktik untuk menarik simpati masyarakat, keuntungan pribadi.
Untuk mengatasi masalah ini, Dubai Police meluncurkan kampanye yang dikenal sebagai “Society Aware Without Beggars” atau Masyarakat Sadar Tanpa Pengemis. 

Brigadir Ali Salem Al Shamsi, Direktur Departemen Tersangka dan Fenomena Kriminal, menyatakan bahwa kampanye tersebut telah memberikan hasil signifikan 
“Berkat tindakan hukum yang tegas terhadap mereka yang tertangkap mengemis, kampanye ini telah menyebabkan penurunan jumlah kasus pengemis setiap tahunnya,” ujar Al Shamsi.

Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian terus memantau perubahan metode mengemis dari waktu ke waktu. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk merancang strategi penindakan yang lebih efektif.

Dalam operasi terbaru, polisi juga mengungkap kasus yang cukup mengejutkan. Seorang pria yang tertangkap mengemis ternyata memiliki tiga mobil mewah.
Menurut laporan dari Khaleej Times, pria tersebut telah berhasil mengumpulkan sekitar 25.000 dirham atau setara dengan sekitar Rp115 juta dari aktivitas mengemis. Uang tunai dalam jumlah besar juga disita oleh pihak berwenang.

Brigadir Ali Salem Al Shamsi mengatakan bahwa pria tersebut sengaja menciptakan pertunjukan dramatis untuk memancing simpati publik.
“Ia merancang skenario yang terencana untuk mengeksploitasi sentimen kemanusiaan demi keuntungan pribadi,” kata Al Shamsi dalam keterangannya, (6/3/2026).

Menurutnya, jumlah uang yang berhasil dikumpulkan pelaku sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk membiayai kepulangannya ke negara asal, namun ia tetap memilih melanjutkan aktivitas mengemis.

Pada pekan yang sama, polisi juga menangkap 26 pengemis lainnya yang berasal dari berbagai negara.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa sekitar 90 persen dari mereka memasuki Dubai menggunakan visa kunjungan.

Hal ini menunjukkan adanya tren pengemis musiman, yaitu individu yang sengaja datang ke Dubai pada periode tertentu, khususnya Ramadan, dengan tujuan mengumpulkan uang dari masyarakat.

Pihak berwenang menilai praktik ini berpotensi merusak ketertiban sosial serta citra kota yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi dan pariwisata terbesar di Timur Tengah.

Polisi Dubai mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang langsung kepada pengemis di jalanan. Sebagai gantinya, warga dianjurkan untuk menyalurkan bantuan melalui organisasi amal resmi agar donasi benar-benar sampai kepada pihak yang membutuhkan.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk melaporkan aktivitas mengemis ilegal melalui beberapa saluran resmi, antara lain:
Menghubungi nomor bebas pulsa 901
Menggunakan layanan Police Eye pada aplikasi Kepolisian Dubai
Melaporkan melalui platform eCrime untuk kasus yang terjadi secara daring
Langkah ini diharapkan dapat membantu pihak berwenang mengidentifikasi jaringan pengemis musiman sekaligus memastikan bahwa semangat berbagi selama Ramadan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Fenomena pengemis musiman saat Ramadan sebenarnya bukan hanya terjadi di Dubai. Di berbagai negara dengan populasi Muslim besar, bulan suci sering kali menjadi periode meningkatnya aktivitas mengemis karena masyarakat cenderung lebih dermawan.

Namun, pemerintah di banyak negara mulai mengambil langkah tegas untuk mengatur praktik tersebut, dengan tujuan melindungi masyarakat dari penipuan sekaligus memastikan bantuan sosial diberikan melalui sistem yang lebih transparan.
Bagi Dubai, upaya pemberantasan pengemis ilegal menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga kota tersebut tetap menjadi destinasi global yang aman, modern, dan tertib.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dubai Jadi Sasaran Pengemis Musiman Selama Ramadan Banyak Pengemis Datang dengan Visa Kunjungan, Polisi Tangkap Puluhan Pelaku

Trending Now