Mendikdasmen Abdul Mu’ti : Dorong Siswa Perbanyak Silaturahmi dan Aktivitas Edukatif Saat Libur Lebaran 2026

Maret 17, 2026 | Maret 17, 2026 WIB Last Updated 2026-03-17T11:05:15Z
Jakarta, detiksatu.com || Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengimbau para siswa di seluruh Indonesia untuk tidak menghabiskan masa libur Lebaran hanya dengan bermain gawai. Ia mendorong para murid agar memanfaatkan waktu liburan dengan memperbanyak kegiatan silaturahmi bersama keluarga dan lingkungan sekitar.
Imbauan tersebut disampaikan Mu'ti di Jakarta, (17/3/2026).

Ia menegaskan bahwa momen libur Lebaran, termasuk cuti bersama, bukan sekadar waktu untuk bersantai, melainkan kesempatan penting untuk melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat dan bernilai edukatif.
“Gunakan waktu semaksimal mungkin untuk melaksanakan kegiatan yang bermanfaat. Jangan menghabiskan waktu bermain gawai,” ujar Mu'ti.

Menurutnya, kebiasaan menggunakan gawai secara berlebihan selama libur dapat berdampak negatif, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental.

Oleh karena itu, ia juga meminta peran aktif orang tua dalam mengawasi serta membatasi durasi penggunaan perangkat digital oleh anak-anak selama berada di rumah.
“Perhatikan screen time. Jangan terlalu banyak terpapar oleh layar. Karena itu tidak sehat untuk mata, dan jika mengakses informasi yang tidak berguna juga bisa berdampak tidak sehat bagi pikiran kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mu'ti menjelaskan bahwa pesan tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Surat Edaran Bersama tentang pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Dalam kebijakan tersebut, siswa didorong untuk tetap menjalankan aktivitas pembelajaran yang bermakna meskipun berada dalam suasana libur keagamaan.

Dalam kesempatan yang sama, Mu'ti juga menyoroti tradisi mudik yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia. Ia menilai bahwa kegiatan pulang kampung tersebut tidak hanya memiliki nilai emosional, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi siswa.

Menurutnya, mudik dapat menjadi media untuk membangun relasi sosial serta memperkuat kohesi antarkeluarga dan masyarakat. Interaksi langsung dengan kerabat di kampung halaman dinilai mampu menumbuhkan empati, kepedulian, serta kemampuan bersosialisasi pada anak.

“Kami memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar di kampung halaman. Ini penting, sehingga mudik tidak hanya menjadi kegiatan pulang, tetapi juga media internalisasi nilai-nilai dan budaya bangsa yang harus kita jaga bersama,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjadikan momen mudik sebagai ajang untuk mengenalkan nilai-nilai budaya luhur kepada generasi muda. Tradisi lokal, kebiasaan keluarga, hingga budaya literasi seperti membaca buku di sela waktu luang dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menyenangkan.

Mu'ti berharap para siswa dapat memanfaatkan libur Lebaran untuk memperbaiki dan mempererat hubungan sosial, baik dengan keluarga inti maupun kerabat yang jarang ditemui. 

Ia menilai bahwa interaksi langsung memiliki nilai yang tidak dapat digantikan oleh komunikasi digital.
Ia juga mengingatkan agar libur panjang tidak justru dihabiskan secara pasif dengan aktivitas individual seperti bermain gim atau berselancar di media sosial tanpa tujuan yang jelas.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperbaiki relasi sosial dengan keluarga, baik yang dekat maupun yang jauh. Jangan sampai waktu habis hanya untuk bermain gawai,” tegasnya.

Dengan imbauan tersebut, pemerintah berharap para siswa tidak hanya mendapatkan waktu istirahat selama libur Lebaran, tetapi juga pengalaman belajar yang lebih luas melalui interaksi sosial dan penguatan nilai-nilai budaya bangsa.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti : Dorong Siswa Perbanyak Silaturahmi dan Aktivitas Edukatif Saat Libur Lebaran 2026

Trending Now