Pemerintah Tetapkan Hari Berkabung Nasional, Bendera Setengah Tiang Untuk Mengenang Wafatnya Try Sutrisno

Maret 03, 2026 | Maret 03, 2026 WIB Last Updated 2026-03-03T03:10:52Z
Jakarta, detiksatu.com  || Kementerian Sekretariat Negara mengimbau masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang selama tiga hari berturut-turut mulai 2 hingga 4 Maret 2026 sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno.

Dalam keterangan resminya, Kementerian Sekretariat Negara menyampaikan bahwa pengibaran bendera setengah tiang tersebut merupakan wujud penghormatan tertinggi negara atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
"Dalam rangka memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno yang telah wafat pada tanggal 2 Maret 2026 di Jakarta, masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air dimohon untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang selama 3 (tiga) hari berturut-turut mulai tanggal 2 s.d. 4 Maret 2026," demikian bunyi imbauan tersebut.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan periode 2 hingga 4 Maret 2026 sebagai Hari Berkabung Nasional. Penetapan ini dimaksudkan agar seluruh elemen bangsa dapat bersama-sama mengenang dan menghormati dedikasi almarhum dalam perjalanan panjang pengabdiannya kepada Republik Indonesia.

Wafat di RSPAD Gatot Soebroto

Try Sutrisno wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto pada Senin pagi sekitar pukul 06.58 WIB. Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan oleh pihak keluarga, kemudian diperkuat oleh pernyataan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Informasi mengenai wafatnya mantan Panglima ABRI tersebut juga dibenarkan oleh sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Kepergian Try Sutrisno menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai prajurit dan negarawan yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk kepentingan negara, baik di lingkungan militer maupun dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998.

Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Jenazah almarhum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Senin siang. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam prosesi pemakaman tersebut.

Upacara pemakaman berlangsung khidmat dengan diiringi tembakan salvo dan penghormatan militer terakhir. Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo membacakan apel persada sebagai bentuk penghormatan negara kepada almarhum.
"Saya Presiden Republik Indonesia, atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada ibu pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa almarhum. Nama: Try Sutrisno; Jabatan: Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 periode tahun 1993–1998, Panglima ABRI periode 1988–1993. Putra dari Bapak Subandi (almarhum), yang telah meninggal dunia demi kepentingan serta keluhuran negara dan bangsa pada hari Senin, tanggal 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB di Jakarta," ucap 
Presiden Prabowo dalam apel persada.

"Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua, dan arwahnya mendapat tempat terbaik di sisi Allah Yang Maha Segalanya.Jakarta, 2 Maret 2026, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," lanjutnya.

Dihadiri Sejumlah Tokoh Nasional
Upacara pemakaman tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, antara lain Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, serta Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Turut hadir pula Panglima TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara M. Tonny Harjono.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga tampak hadir, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago. Para pejabat tersebut berdiri di dekat mimbar Presiden sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

Teladan Pengabdian Bagi Bangsa

Penetapan Hari Berkabung Nasional serta pengibaran bendera setengah tiang menjadi simbol penghormatan atas dedikasi panjang Try Sutrisno dalam menjaga stabilitas nasional, memperkuat pertahanan negara, serta mengawal jalannya pemerintahan pada masanya.

Semangat penghormatan terhadap para pejuang dan pemimpin bangsa sejatinya telah dicontohkan sejak era pendiri bangsa seperti Soekarno dan Mohammad Hatta, yang senantiasa menanamkan nilai penghargaan terhadap jasa para pendahulu dalam membangun negara berdasarkan jaminan dan kedaulatan rakyat.

Kini, bangsa Indonesia kembali mengenang salah satu putra terbaiknya. Kepergian Try Sutrisno meninggalkan jejak sejarah panjang dalam perjalanan Republik. Pengabdian, loyalitas, serta keteguhannya dalam menjalankan tugas negara diharapkan menjadi suri teladan bagi generasi penerus dalam menjaga keutuhan dan martabat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pemerintah Tetapkan Hari Berkabung Nasional, Bendera Setengah Tiang Untuk Mengenang Wafatnya Try Sutrisno

Trending Now