Jakarta, detiksatu.com || Prabowo Subianto menginginkan peringatan Nuzulul Qur'an tahun ini digelar di lingkungan Istana Negara. Rencana tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus meningkatkan semangat spiritual di kalangan aparatur pemerintahan serta masyarakat luas.
Informasi yang diperoleh dari lingkungan Istana menyebutkan bahwa persiapan kegiatan tersebut tengah dilakukan dengan melibatkan sejumlah kementerian serta lembaga terkait. Pemerintah berharap pelaksanaan peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara dapat berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting bagi bangsa dalam memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual di tengah kehidupan bernegara.
Menurut Presiden Prabowo, " Nuzulul Qur'an memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam. Peristiwa tersebut memperingati turunnya kitab suci Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup bagi umat manusia."
Ujar Prabowo dalam keterangannya, (6/3/2026).
Karena itu, Presiden berharap peringatan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi mampu menjadi sarana refleksi bersama dalam memperkuat integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Selain itu, Kepala Negara juga menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an memiliki relevansi kuat dengan upaya membangun bangsa yang berkeadilan, berintegritas, dan menjunjung tinggi persatuan.
Ia berharap momentum Nuzulul Qur'an dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan.
Rencana peringatan yang akan digelar di Istana Negara tersebut juga diharapkan menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus menjadi landasan moral dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.
Acara peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara direncanakan akan dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, pimpinan lembaga tinggi negara, serta perwakilan kementerian dan lembaga. Selain itu, pemerintah juga berencana mengundang para ulama, tokoh agama, pimpinan organisasi keagamaan, serta perwakilan masyarakat dari berbagai daerah.
Kehadiran para tokoh agama dan masyarakat diharapkan dapat memperkaya suasana kebersamaan serta memperkuat pesan spiritual yang ingin disampaikan melalui peringatan tersebut.
Pemerintah menilai keterlibatan berbagai unsur masyarakat akan menjadikan peringatan Nuzulul Qur'an sebagai momentum kebangsaan yang inklusif dan penuh makna.
Adapun rangkaian acara yang tengah dipersiapkan antara lain pembacaan ayat suci Al-Qur'an, tausiah atau ceramah keagamaan dari ulama terkemuka, serta doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan bangsa Indonesia.
Selain itu, kegiatan juga direncanakan menjadi ajang refleksi bagi para penyelenggara negara agar senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Pemerintah berharap peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara nantinya dapat memberikan pesan kuat bahwa nilai-nilai spiritual dan moral tetap menjadi fondasi penting dalam pembangunan nasional.
Dengan mengedepankan semangat kebersamaan serta penguatan karakter bangsa, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kehidupan berbangsa yang harmonis.
Melalui momentum ini, pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi dalam membangun kehidupan yang damai, adil, dan sejahtera. Dengan demikian, peringatan Nuzulul Qur'an tidak hanya menjadi peristiwa religius, tetapi juga menjadi pengingat kolektif bagi bangsa Indonesia untuk terus melangkah maju dengan berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat.
Red-Ervinna