Presiden Prabowo Undang Ulama dan Pimpinan Ormas Islam ke Istana Untuk Buka Puasa dan Buka Ruang Dialog Nasional

Maret 05, 2026 | Maret 05, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T09:55:26Z
Jakarta, detiksatu.com || Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam untuk menghadiri acara buka puasa bersama di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah dengan tokoh-tokoh Islam sekaligus forum pertukaran pandangan mengenai berbagai isu nasional dan internasional.

Acara buka puasa bersama ini dijadwalkan berlangsung di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta dan dihadiri oleh berbagai tokoh ormas Islam, ulama, serta pimpinan pondok pesantren dari sejumlah daerah di Indonesia. Selain mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang dialog yang konstruktif terkait berbagai perkembangan yang sedang dihadapi bangsa.

Undangan untuk Tokoh Ormas dan Ulama

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo secara langsung mengundang para tokoh agama untuk menghadiri kegiatan buka puasa bersama tersebut.
“Bapak Presiden mengundang tokoh-tokoh agama, ulama, untuk buka puasa,” ujar Nasaruddin.

Menurut Nasaruddin, undangan tidak hanya ditujukan kepada pimpinan organisasi masyarakat Islam, tetapi juga kepada tokoh-tokoh Islam dari berbagai latar belakang, termasuk para ulama dan pimpinan pondok pesantren.

Meski demikian, Nasaruddin belum merinci secara spesifik organisasi Islam mana saja yang menerima undangan dari Presiden. 

Ia hanya menyampaikan bahwa jumlah undangan yang disebarkan menyesuaikan kapasitas ruangan yang tersedia di kompleks Istana Kepresidenan.

Potensi Dialog Kebangsaan

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan bahwa acara buka puasa bersama tersebut berpotensi menjadi ajang diskusi antara Presiden dengan para tokoh ormas Islam.

Menurut Muzani, Presiden kemungkinan akan mengajak para tokoh masyarakat untuk berdialog mengenai sejumlah isu strategis, termasuk posisi Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang belakangan menjadi sorotan publik.
“Pada prinsipnya presiden terbuka menerima pemikiran dan pandangan dari semua pemimpin masyarakat. Besok juga bagian dari upaya itu, presiden ingin mendengarkan pandangan-pandangan, meskipun juga presiden nanti akan menyampaikan pandangan beliau tentang cara pandang terhadap persoalan ini,” ujar Muzani.

Ia menambahkan bahwa pendekatan dialog yang dilakukan Presiden merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membangun komunikasi yang inklusif dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya tokoh-tokoh agama yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial di Indonesia.

Lanjutan Pertemuan Sebelumnya

Undangan buka puasa ini juga dinilai sebagai kelanjutan dari komunikasi yang sebelumnya telah dilakukan Presiden Prabowo dengan sejumlah organisasi Islam.  Presiden juga mengundang sejumlah pimpinan ormas Islam ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas isu keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian serta implikasinya terhadap dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Dalam pertemuan tersebut, hadir sejumlah pimpinan organisasi Islam besar di Indonesia, di antaranya perwakilan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta Majelis Ulama Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat itu menjelaskan bahwa Presiden menyampaikan secara langsung alasan dan pertimbangan pemerintah dalam memutuskan untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian kepada para tokoh ormas Islam.

Menurut Prasetyo, forum pertemuan tersebut menjadi sarana bagi pemerintah untuk menjelaskan pokok-pokok kebijakan nasional agar dapat dipahami secara luas oleh berbagai kalangan masyarakat.
“Saya kira pertemuan siang ini juga menjadi kesempatan bagi Bapak Presiden untuk menyampaikan poin-poin tersebut dengan harapan bisa dimengerti oleh semua pihak,” ujar Prasetyo.

Acara buka puasa bersama yang digelar Presiden Prabowo ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi di bulan suci Ramadan antara pemerintah dan para tokoh agama. Momentum Ramadan kerap dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mempererat persatuan sekaligus memperkuat komunikasi antara pemimpin negara dengan berbagai elemen masyarakat.

Selain membahas isu-isu kebangsaan, pertemuan ini juga diharapkan dapat memperkuat peran tokoh agama dalam menjaga kerukunan, stabilitas sosial, dan semangat kebangsaan di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Dengan mengundang tokoh-tokoh Islam dari berbagai organisasi dan latar belakang, Presiden Prabowo dinilai ingin memastikan bahwa setiap pandangan dan aspirasi masyarakat dapat didengar secara langsung oleh pemerintah, sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih inklusif dan mencerminkan kepentingan bangsa secara luas.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Presiden Prabowo Undang Ulama dan Pimpinan Ormas Islam ke Istana Untuk Buka Puasa dan Buka Ruang Dialog Nasional

Trending Now