Bogor, detiksatu.com || Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai kegiatan kunjungan silaturahmi yang dilakukan oleh Toni Junus Kanj. Gung sesepuh Sastrajendra Living Academy (SLA) ke lingkungan Pasundaan, Bogor. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh keluarga besar Yayasan Kancana Bokor Pasundaan, sebuah komunitas yang selama ini dikenal aktif dalam pelestarian nilai-nilai budaya, spiritualitas, serta kearifan lokal Nusantara.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan persaudaraan sekaligus memperluas jaringan kerja sama di bidang kebudayaan dan pengembangan spiritualitas yang berakar pada nilai-nilai luhur warisan leluhur.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog terbuka untuk memperdalam pemahaman mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara perkembangan zaman dan pelestarian tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
Rombongan dari Sastrajendra Living Academy tiba di lokasi kegiatan dengan penuh semangat. Kehadiran mereka disambut secara hangat oleh jajaran pengurus serta anggota Yayasan Kancana Bokor Pasundaan. Suasana pertemuan berlangsung akrab, penuh kehangatan, dan sarat nuansa kekeluargaan.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang perkenalan antar anggota beberapa lembaga, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun komunikasi yang lebih erat serta memperkuat semangat persaudaraan yang menjadi landasan utama kegiatan silaturahmi ini.
Ketua Yayasan Kancana Bokor Pasundaan, abah Jajang Gumelar, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus kehormatan atas kunjungan yang dilakukan oleh rombongan Sastrajendra Living Academy.
Ia menilai pertemuan ini sebagai langkah yang sangat berarti dalam membangun jembatan komunikasi dan kerja sama antara lembaga-lembaga yang memiliki visi yang sama dalam menjaga serta mengembangkan nilai-nilai budaya dan spiritualitas Nusantara.
“Kami merasa sangat bersyukur dan terhormat atas kunjungan ini, Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam upaya menjaga dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan serta spiritualitas bangsa,” ujar Jajang Gumelar.
Berbagai aspek kebudayaan dan spiritualitas secara terbuka dan penuh penghargaan, diutarakan abah Nata Sasmita sambil meninjau lokasi kungkum yang bernuansa sakral. Serta berbagai pandangan yang muncul, diutarakan abah Goler tokoh komunitas. Beberapa topik yang menjadi fokus pembahasan antara lain:
* Perjalanan spiritual manusia.
* Pentingnya kesadaran diri dalam kehidupan modern.
* Bagaimana nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat Indonesia yang harmonis dan berkarakter.
Pendekatan dalam memahami dan mempraktikkan ajaran spiritual yang berakar pada tradisi Nusantara dinilai sangat bermanfaat karena memberikan perspektif yang beragam mengenai cara menjaga keseimbangan antara kehidupan dan alam semesta.
Menurut abah Iyan Arca Dhomas menjelaskan buku atau kitab dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur Nusantara merupakan sumber kearifan yang sangat berharga dan tetap relevan hingga saat ini.
Oleh karena itu, upaya untuk mempelajari, memahami, serta menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut menjadi tanggung jawab bersama.
“Warisan budaya dan spiritual dari para leluhur merupakan sumber kebijaksanaan yang luar biasa. Jika kita mampu memahaminya dengan baik, nilai-nilai tersebut dapat menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis dan bermakna,” tambahnya.
Sastrajendra sebagai ajaran utama juga dijelaskan oleh Toni Junus Kanj. Gung,
menyoroti pentingnya penguatan pendidikan budaya dan karakter bangsa, khususnya bagi generasi muda, bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademis semata, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai-nilai kebijaksanaan, etika, serta kesadaran akan jati diri.
Melalui silaturahmi antara Sastrajendra Living Academy dengan beberapa tokohnya diharapkan ke depan dapat lahir berbagai program yang berfokus pada pendidikan kebudayaan, pengembangan kesadaran spiritual, serta pelestarian kearifan lokal yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Program-program tersebut diharapkan mampu menjadi wadah pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih memahami akar budaya bangsa sekaligus mengembangkan potensi diri secara spiritual maupun sosial.
Silaturahmi ini tidak hanya menjadi pertemuan seremonial semata, tetapi juga menghasilkan komitmen bersama untuk terus menjalin hubungan yang berkelanjutan antara
Sastrajendra Living Academy dan Yayasan Kancana Bokor Pasundaan dan beberapa paguyuban yang ada, sepakat untuk membuka peluang kerja sama dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan budaya spiritual.
Sinergi ini diyakini dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat upaya pelestarian budaya Nusantara di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Dengan kolaborasi yang solid, berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang luas.
Jajang Gumelar, Iyan Arca Dhomas, Nata Sasmita, Abah Goler dan Toni Junus memiliki harapan agar silaturahmi yang telah terjalin ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan di masa mendatang.
Mereka menekankan pentingnya semangat persaudaraan, saling menghormati, serta kesadaran kolektif untuk menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan, kita berharap nilai-nilai kebijaksanaan Nusantara dapat terus hidup dan berkembang serta memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat sekarang maupun generasi yang akan datang,” tutup Toni Junus Kanj. Gung.
Pertemuan silaturahmi ini menjadi langkah awal menuju berbagai kegiatan kolaboratif yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pelestarian budaya dan pengembangan spiritualitas di Indonesia.
Red-Ervinna