Gayo Lues, detiksatu.com || Program bantuan sapi meugang dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk masyarakat korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kini berubah menjadi polemik yang memicu kecurigaan publik.Alih-alih menjadi kabar gembira bagi masyarakat korban banjir dan longsor, program yang menggunakan anggaran Rp4,3 miliar ini justru menyisakan pertanyaan,apakah bantuan ini benar-benar transparan, atau ada sesuatu yang sedang disembunyikan?
Investigasi tim media menemukan bahwa puluhan sapi bantuan tersebut sempat dikumpulkan di sebuah peternakan di Desa Sepang, Kecamatan Blangkejeren. Di lokasi itu terlihat tim dari Dinas Peternakan melakukan pengukuran bobot sapi, sementara unsur dari Dinas Sosial dan Inspektorat juga hadir memantau.Berdasarkan hasil konfirmasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Gayo Lues, harga sapi yang dibeli bervariasi dari Rp14 juta hingga Rp47 juta per ekor.ucapnya Rabu ( 11/03/2026 )
Yang lebih mengejutkan lagi, dinas tersebut menyebut total sapi yang dibeli mencapai 216 ekor, dan seluruh anggaran Rp4,3 miliar sudah habis dibelanjakan tanpa sisa (nihil).Sapi-sapi itu disebut disalurkan ke berbagai kecamatan terdampak bencana, di antaranya: Blangkejeren : 41 ekor.
Dabun Gelang : 21 ekor.
Pining : 15 ekor.
Rikit Gaib : 22 ekor.
Pantan Cuaca : 16 ekor.
Tripe Jaya : 27 ekor.
Putri Betung : 32 ekor.
Terangun : 23 ekor.
Blangjerango : 6 ekor.
Kute Panyang : 6 ekor.
Blangpegayon : 6 ekor.
Jika dijumlahkan, totalnya memang 216 ekor sapi.
Namun publik dibuat semakin bingung setelah beredar video pernyataan Bupati Gayo Lues di Facebook dalam video yang direkam di Aula Setdakab tersebut, sang bupati menyatakan bahwa jumlah sapi bantuan Presiden hanya 86 ekor.Perbedaan angka ini bukan sekadar selisih kecil, Ini selisih 130 ekor sapi.Jika dinas menyebut 216 ekor, tetapi bupati mengatakan hanya 86 ekor, ke mana 130 ekor sapi lainnya?.Apakah ini sekadar kesalahan data?.Ataukah ada permainan anggaran yang belum terungkap?
Sebagian Masyarakat Gayo Lues kini mulai mempertanyakan transparansi pemerintah daerah. Bantuan yang seharusnya menjadi bentuk kepedulian negara kepada korban bencana justru berubah menjadi polemik yang memicu kecurigaan luas.Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan. Baik dari tingkat daerah, Aceh, hingga pemerintah pusat.
Sebab jika benar terjadi ketidaksesuaian data dalam program bantuan Presiden, maka ini bukan sekadar kesalahan administrasi.Ini bisa menjadi skandal besar yang mencederai kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.Dan satu pertanyaan pun muncul di sebagian masyarakat Gayo Lues.Siapa yang sedang berkata jujur,dan siapa yang sedang mempermainkan bantuan untuk korban bencana?
Reporter: Dir