Wapres Gibran Pimpin Rakor Penanganan Banjir Tuban, Tekankan Percepatan Pemulihan Fasilitas Umum dan Bantuan Warga

Maret 07, 2026 | Maret 07, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T20:38:45Z
Jakarta, detiksatu.com || Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menekankan pentingnya percepatan penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan Wapres saat memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan banjir bersama pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan di Kantor PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Tuban, (6/3/2026).

Dalam rapat tersebut, Wapres meminta seluruh pihak terkait untuk bergerak cepat memulihkan fasilitas umum yang terdampak banjir serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi.
“Fasilitas umum terdampak seperti sekolah dan tempat ibadah harus bisa segera difungsionalkan kembali,” ujar Wapres Gibran sebagaimana disampaikan melalui Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta.

Pemulihan Fasilitas Umum Jadi Prioritas

Wapres menegaskan bahwa meskipun bencana banjir yang terjadi tidak menimbulkan korban jiwa, dampak kerugian materiil yang dialami masyarakat tetap harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurutnya, fasilitas publik seperti sekolah, tempat ibadah, serta sarana pelayanan masyarakat lainnya harus segera dibersihkan dan diperbaiki agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.

Ia juga meminta pemerintah daerah bekerja sama dengan instansi terkait dan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut untuk mempercepat proses pemulihan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta sektor swasta dinilai sangat penting agar penanganan pascabencana dapat berjalan lebih efektif dan cepat.

Perbaikan Infrastruktur Jalan Penghubung

Selain pemulihan fasilitas umum, Wapres juga menyoroti kerusakan infrastruktur jalan yang menjadi akses vital masyarakat. Salah satunya adalah jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang mengalami kerusakan cukup signifikan akibat banjir.

Menurut Wapres, jalan tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah tersebut. Oleh karena itu, perbaikan harus segera dilakukan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama.
“Jalan penghubung Ngino–Sambongrejo yang rusak segera diperbaiki, termasuk sistem saluran air di sekitar jalan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan distribusi logistik,” ujar Gibran.

Perbaikan ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap bencana serupa di masa mendatang.

Pendataan Kerusakan Rumah Warga

Dalam rapat tersebut, Wapres juga menginstruksikan percepatan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir. Data yang akurat diperlukan agar bantuan pemerintah dapat segera disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Ia meminta pemerintah daerah bersama aparat terkait segera melakukan verifikasi lapangan sehingga proses pencairan bantuan dapat dilakukan tanpa hambatan.
“Rumah warga yang mengalami kerusakan segera diselesaikan pendataannya, dicairkan bantuannya, dan dibantu proses pembersihannya,” kata Wapres.

Selain bantuan finansial, pemerintah juga diharapkan membantu warga dalam proses pembersihan rumah serta lingkungan yang terdampak lumpur dan sampah akibat banjir.

Antisipasi Penyakit Pascabencana

Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, Wapres juga mengingatkan pemerintah daerah untuk mewaspadai potensi munculnya penyakit pascabanjir.

Menurutnya, genangan air dan kondisi lingkungan yang kurang higienis dapat memicu penyebaran berbagai penyakit menular. Oleh karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan secara serius.
“Antisipasi kemungkinan penyebaran penyakit pasca-banjir seperti diare, disentri, hepatitis, dan DBD,” ujarnya.

Wapres meminta dinas kesehatan setempat untuk meningkatkan pengawasan kesehatan masyarakat serta memastikan ketersediaan layanan kesehatan, obat-obatan, dan fasilitas sanitasi bagi warga terdampak.

Peringatan Cuaca Ekstrem Dari BMKG

Dalam kesempatan yang sama, Wapres juga mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini merujuk pada data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Menurut BMKG, kondisi cuaca ekstrem berpotensi masih berlangsung hingga akhir Maret. Oleh sebab itu, pemerintah daerah diminta tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.
“Berdasarkan BMKG, kita masih akan dilanda cuaca ekstrem sampai bulan Maret. Oleh sebab itu kita harus selalu siap dan waspada,” kata Wapres.

Ia juga meminta pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca dan menyiapkan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana.

Pencegahan Banjir
Selain langkah penanganan darurat, Wapres juga menekankan pentingnya upaya jangka panjang untuk mencegah terjadinya banjir berulang di wilayah Kabupaten Tuban.
Salah satu langkah yang disoroti adalah perbaikan tata kelola drainase serta normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan.

Menurutnya, sistem drainase yang baik dapat membantu memperlancar aliran air sehingga mengurangi risiko banjir saat hujan deras.
“Perhatikan tata kelola dan perbaiki sistem drainase, lakukan pengerukan rutin sungai yang mengalami pendangkalan,” ujarnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai serta mengurangi potensi meluapnya air ke permukiman warga saat curah hujan tinggi.

Sejumlah Pejabat Hadiri Rakor

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat pusat dan daerah serta perwakilan instansi terkait.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, serta Direktur Utama Semen Indonesia Indrieffouny Indra.

Selain itu, hadir pula Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia Rizki Kresno Edhie Hambali, EVP GHoPo PT Semen Indonesia Muhammad Supriyadi, serta perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur.

Turut hadir pula Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Muhammad Noor, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali Javid Hurriyanto, dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Denny Kumara.

Banjir Bandang Rendam Enam Kecamatan

Banjir bandang sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban pada (2/3/2026). Bencana tersebut dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam.

Akibatnya, air meluap dan merendam sedikitnya enam kecamatan, di antaranya Kecamatan Semanding, Plumpang, Merakurak, serta wilayah Tuban Kota.
Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai lebih dari setengah meter sehingga mengakibatkan aktivitas warga terganggu dan sejumlah rumah serta fasilitas umum terendam.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas publik, serta infrastruktur jalan di beberapa lokasi.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini terus melakukan upaya penanganan serta pemulihan agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wapres Gibran Pimpin Rakor Penanganan Banjir Tuban, Tekankan Percepatan Pemulihan Fasilitas Umum dan Bantuan Warga

Trending Now