Gayo Lues.Detiksatu.com || Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Gayo Lues kembali menjadi sorotan.Sejumlah dugaan kejanggalan mencuat, memantik kritik dari kalangan pemantau, termasuk sosok vokal yang dikenal sebagai Mafia Ucak.
Dengan nada tinggi, ia mempertanyakan komitmen keterbukaan informasi publik di tingkat SMA.Menurutnya,dana BOS yang bersumber dari uang negara tidak boleh dikelola secara tertutup, apalagi tanpa transparansi yang jelas kepada masyarakat.Ini uang rakyat. Jangan diperlakukan seperti milik pribadi. Kalau bersih, kenapa harus ditutup-tutupi? sindirnya.Kamis ( 30/04/2026 )
Sorotan diarahkan ke berbagai pos anggaran yang dinilai rawan dimainkan. Mulai dari pengadaan alat multimedia pembelajaran, pemeliharaan sarana dan prasarana, pembayaran listrik dan jasa, hingga program peningkatan kompetensi guru.Tak luput dari kritik, penggunaan dana untuk administrasi sekolah, kegiatan asesmen dan evaluasi, ekstrakurikuler, pengembangan perpustakaan, hingga proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024–2025.
Di tengah kucuran dana pusat yang tidak sedikit, publik justru seperti dibiarkan meraba dalam gelap. Informasi penggunaan anggaran dinilai minim, bahkan cenderung tertutup.Lanjutnya lagi, Mafia Ucak ikut menyenggol peran Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gayo Lues. Ia menilai fungsi pengawasan belum terasa maksimal.Jangan sampai pengawasan hanya jadi formalitas. Kacapdin harus berani buka mata, bukan pura-pura tidak tahu,tegasnya.
Sejumlah sekolah pun diminta untuk diperiksa secara serius, di antaranya.SMA Negeri 2 Blangkejeren, SMA Negeri 1 Tripe Jaya, SMA Negeri 1 Terangun,SMA Negeri 1 Rikit Gaip,SMA Negeri 1 Putri Betung,SMA Negeri 1 Pining,SMA Negeri 1 Pantan Cuaca,SMA Negeri 1 Kuta panjangSMA Negeri 1 Blang Pengayom,SMA Negri 1 Blang Jerango hingga SMA Negeri 1 Blangkejeren yang memiliki jumlah siswa terbesar.Data menunjukkan variasi jumlah siswa dan tenaga pendidik yang cukup mencolok antar sekolah. Kondisi ini seharusnya menjadi dasar evaluasi mendalam, bukan malah membuka celah penyimpangan.
Desakan kini mengarah kepada aparat penegak hukum dan lembaga pengawas agar segera turun tangan. Audit menyeluruh dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan negara.Kalau ada yang bermain, jangan harap bisa sembunyi terus. Cepat atau lambat akan terbuka,pungkasnya.Kini, publik Gayo Lues menunggu langkah nyata. Apakah ini akan menjadi pintu masuk pembenahan serius, atau kembali tenggelam seperti isu-isu sebelumnya?
Hasil komfirmasi dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gayo, Kacapdin mengatakan, Terimakasih dinda atas info awal. Ini bentuk kontribusi media/masyarakat untuk mengawal jalannya tata kelola anggaran pemerintah/pendidikan yg bersih dan akuntabel.
Sedikit saya klarifikasi, Bahawa anggaran sekolah BOS itu transfer langsung ke sekolah dan kewenangan penuh kepala sekolah, dalam realisasinya harus dg sistem IBC/non tunai, sesuai dg RKAS. Cabang dinas dapat memonitor untuk prioritas penggunaan sesuai kebutuhan.Jika ada potensi penyelewengan tentu akan kita monitor dan kita arahkan kembali. Untuk pembinaan dan memeriksa hanya bisa oleh Inspektorat.Terimakasih dinda,tutupnya.
Reporter : Dir

