Oleh : *Ahmad Khozinudin*
Sastrawan Politik
_"Memperjuangkan agama Islam haruslah ditopang oleh orang yang berilmu, ikhlas, dan memiliki kesadaran bahwa umat ini hanya akan kembali bangkit manakala umat ini mengambil dan menerapkan Islam, sebagaimana umat terdahulu"_
(Prolog)
Ikhlas, itu modal utama perjuangan. Sebab ikhlas, adalah energi paling dahsyat untuk melakukan aktivitas perjuangan. Sementara ilmu, adalan penuntun, laksana kemudi yang mengarahkan biduk dalam mengarungi samudera perjuangan.
Penulis bisa katakan, aktivis HTI itu adalah kumpulan orang-orang yang ikhlas. Mereka, rela berkorban waktu, pikiran, tenaga, hingga uang, untuk memperjuangkan tegaknya syariah Islam.
Mereka, para perintisnya mayoritas telah menghabiskan usia dalam dakwah. Yang dulu dari kalangan anak muda, hingga hari ini rambutnya memutih, dan bergelar sebagai kakek-kakek.
Mereka, mayoritas aktivisnya adalah orang yang mencintai umat dan agama ini. Sehingga mereka, mengutamakan perjuangan ketimbang kehidupan mereka sendiri.
Mereka, bukanlah mayoritas orang yang merdeka secara finansial. Bahkan, banyak diantaranya sibuk menyambung hidup, untuk bisa terus melaksanakan misi dakwah.
Walau ada pula, diantara mereka yang diberi keluasan rezeki. Keluasan itu, mereka dedikasikan untuk perjuangan Islam.
Sebagai sebuah jama'ah, mereka adalah jama'ah yang saat ini menjadi harapan umat. Ditengah kegelapan kapitalisme sekuler, mereka membawa cahaya Islam. Ditengah mayoritas umat tersihir dengan sekulerisme demokrasi, mereka mantab mengemban misi syariah kaffah & Khilafah.
Lihatlah wajah-wajah mereka. Wajah yang jujur, yang ingin negeri ini baik dengan Islam. Wajah-wajah ikhlas yang tak ingin balasan dunia, kecuali umat ini kembali pada ridlo Allah.
Mereka, bisa dikatakan sebagai 'al Ghuraba', orang-orang asing, yang ketika manusia umumnya berbuat kerusakan, mereka melakukan perbaikan. Manusia, yang ketika berinteraksi dasarnya materi, mereka bertemu dan berpisah karena Allah.
Mereka, adalah singa-singa podium di siang hari, namun menjadi rahib-rahib saat di keheningan malam. Mereka, sibuk mendekatkan diri kepada Allah disaat manusia umumnya berpaling dari-Nya.
Semoga, Rahmah dan keselamatan atas mereka. Perlindungan Allah selalu menaunginya. Mendekatlah dengan mereka, maka engkau akan memahami mengapa mereka bisa menjadi seperti itu. [].

