Skandal Pupuk Subsidi Aek Bilah Oknum Kades 'RR' Mencuat dalam Pemeriksaan di Polres Tapanuli Selatan

Redaksi
April 29, 2026 | April 29, 2026 WIB Last Updated 2026-04-29T12:44:03Z
TAPANULI SELATAN,DETIKSATU.COM || Tabir dugaan praktik mafia pupuk subsidi di Kecamatan Aek Bilah mulai tersingkap. Proses pemeriksaan lanjutan di Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) pada Selasa (28/4/2026) mengungkap fakta mengejutkan: nama oknum Kepala Desa berinisial “RR” disebut berulang kali dalam pusaran distribusi yang diduga menyimpang.

Kasus yang dilaporkan oleh Gabungan Mahasiswa Masyarakat Peduli Hukum (GMMPH-Tabagsel) ini kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, RR diduga memiliki keterkaitan keluarga dengan salah satu anggota DPRD Tapsel aktif, yang memicu spekulasi adanya relasi kuasa di balik mahalnya harga pupuk bagi petani.

Petani Menjerit, Harga Jauh di Atas HET

Laporan ini bermula dari jeritan para petani di Aek Bilah yang terpaksa menebus pupuk subsidi dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Di tengah keterbatasan infrastruktur jalan yang rusak parah dan akses pendidikan yang minim, praktik mark-up harga ini menjadi pukulan telak bagi ekonomi warga.

"Kami ini masih rakyat Indonesia," ujar seorang petani dengan nada getir saat mengadu kepada tim GMMPH, menyiratkan rasa kecewa atas minimnya pengawasan negara.

Dugaan Upaya Suap dan 'Sembunyi' di Balik Nama Besar

Aktivis GEMMA PETA INDONESIA, Ronald Harahap, yang tergabung dalam GMMPH, membeberkan adanya upaya pendekatan dari pihak terlapor. Oknum pemilik kios resmi, Rohim Ritonga, diduga sempat menawarkan "uang operasional" kepada tim pelapor agar kasus ini tidak diperpanjang.

Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah. "Kami memperjuangkan nasib masyarakat. Kami mendesak Polres Tapsel memproses laporan ini secara transparan. Jika tidak, kami siap menggelar aksi besar-besaran," tegas Saut Harahap, perwakilan tim pelapor lainnya.

Saut juga menyoroti pernyataan oknum pemilik kios yang meminta agar abangnya, yang merupakan seorang anggota dewan, tidak dilibatkan.

Pernyataan 'jangan libatkan abang saya anggota dewan' justru menjadi tanda tanya besar. Apakah ada perlindungan dari oknum legislatif dalam sengkarut distribusi pupuk ini?" cetus Saut.

Dua Dekade Tanpa Perubahan

Warga Aek Bilah merasa wilayah mereka dianaktirikan selama dua dekade terakhir. Meski memiliki keterwakilan di legislatif dan sempat memiliki putra daerah di posisi pimpinan daerah (mantan Wakil Bupati), nyatanya kondisi sosial-ekonomi masyarakat tidak mengalami kemajuan signifikan.

"Kini giliran Polres Tapsel membuktikan taringnya. Apakah kasus pupuk subsidi ini akan tuntas hingga ke akar-akarnya, atau justru menguap begitu saja saat berbenturan dengan tembok kekuasaan?"(Jh)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Skandal Pupuk Subsidi Aek Bilah Oknum Kades 'RR' Mencuat dalam Pemeriksaan di Polres Tapanuli Selatan

Trending Now