Ingatlah Jagalah Rahim dari Polusi Udara!

Redaksi
Mei 03, 2026 | Mei 03, 2026 WIB Last Updated 2026-05-03T11:31:01Z
Jakarta,detiksatu.com || Paparan polusi udara pada ibu hamil memiliki dampak yang jauh lebih serius karena polutan tidak hanya merusak kesehatan ibu, tetapi juga mengancam perkembangan janin di dalam kandungan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mencatat bahwa sekitar 99 persen populasi dunia kini menghirup udara dengan kualitas di bawah standar aman kesehatan.

Dokter spesialis kandungan sekaligus Director and Senior Consultant di Cloudnine Group of Hospitals New Delhi, Dr. Sunita Lamba, menjelaskan bahwa tubuh perempuan mengalami banyak perubahan selama kehamilan, termasuk peningkatan kebutuhan oksigen secara drastis.

“Because pregnant women inhale a larger volume of air, they also breathe in more pollutants; these particles can enter the bloodstream and cross the placenta, potentially harming the baby,” ujar Dr. Lamba kepada Only My Health, Sabtu (02/05/2026).

Selama kehamilan, tubuh bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan janin yang sedang tumbuh, sehingga sistem pernapasan menjadi lebih aktif untuk memasok oksigen tambahan.

Jika udara yang dihirup mengandung polutan berbahaya seperti partikulat halus (PM2.5), karbon monoksida, nitrogen dioksida, atau zat kimia lainnya, maka paparan yang diterima tubuh ibu hamil juga otomatis meningkat.

Dr. Lamba menjelaskan bahwa paparan polusi dapat memicu stres oksidatif, yaitu kondisi saat radikal bebas di dalam tubuh melonjak dan merusak sel-sel sehat.

“Oxidative stress can damage the placenta, disrupting the flow of nutrients and oxygen from the mother to the fetus,” jelasnya lebih lanjut mengenai bahaya tersembunyi tersebut.


Sumber polusi udara ini tidak hanya berasal dari asap kendaraan atau pabrik, tetapi juga dari paparan asap rokok, kompor gas tanpa ventilasi yang baik, pembakaran sampah, hingga debu konstruksi di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Berikut adalah beberapa risiko nyata akibat paparan polusi udara terhadap perkembangan janin yang wajib diwaspadai oleh setiap orang tua:

Berat badan lahir rendah terjadi ketika suplai oksigen dan nutrisi ke janin terganggu akibat fungsi plasenta yang tidak optimal.

Kelahiran prematur dapat dipicu oleh peradangan sistemik pada tubuh ibu akibat polutan tertentu, yang kemudian meningkatkan risiko kontraksi dini.
Risiko cacat lahir pada janin dapat meningkat karena polutan memengaruhi pembentukan organ-organ vital pada trimester awal kehamilan.

Dampak jangka panjang dari polusi udara yang dihirup selama dalam kandungan bahkan dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan metabolik saat anak tumbuh dewasa.

Ancaman kesehatan bagi ibu selama kehamilan juga sangat tinggi, di mana kualitas udara yang buruk dapat memicu asma, bronkitis, hingga komplikasi fatal seperti preeklamsia.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkeskotakrui.org

Sebagai langkah perlindungan, ibu hamil sangat disarankan untuk memantau kualitas udara harian dan mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kondisi udara sedang memburuk.




Penggunaan masker dengan filtrasi tinggi seperti N95 saat bepergian, menjaga ventilasi rumah tetap bersih, serta menggunakan penyaring udara (air purifier) sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan pernapasan.

Dr. Lamba juga menyarankan ibu hamil untuk senantiasa mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran segar.

“Good nutrition helps the body fight the effects of oxidative stress caused by pollution,” jelasnya membagikan kiat penting untuk menjaga daya tahan tubuh.[]

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ingatlah Jagalah Rahim dari Polusi Udara!

Trending Now