Inilah Kisah Pria Keracunan karena Minum Kopi dari Botol Minum yang 'Kadaluarsa

Redaksi
Mei 05, 2026 | Mei 05, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T08:47:03Z


 
Jakarta,detiksatu.com II  Membawa dan memakai botol minum air belakangan semakin digalakkan. Untuk mendukung keberlangsungan lingkungan juga menghemat pengeluaran, tumbler bahkan menjadi tren, terutama di kalangan pekerja. Namun sebuah kasus keracunan bisa dijadikan pengingat untuk tetap hati-hati menggunakannya.

Insiden keracunan botol minum baru-baru ini terjadi di Taiwan. Program TV yang dipandu nefrologi Dr. Hong mengungkap kisah yang melibatkan pria berusia 50-an. Ia diduga memakai botol termos yang sudah melewati batas kadarluarsa hingga menyebabkan kecelakaan.

Korban disebut sedang mengemudi menuju tempat kerja suatu pagi ketika tiba-tiba kehilangan orientasi dan menabrak sebuah tempat makan tanpa mengerem. Beruntung ia tidak mengalami cedera dalam kecelakaan itu, pemeriksaan rumah sakit lebih lanjut mengungkapkan bahwa kondisi linglung tersebut terkait dengan masalah kesehatan yang lebih serius.
 
Berdasarkan hasil lab, ditemukan bahwa ia menderita anemia berat, atrofi otak, dan fungsi ginjal abnormal, yang menyebabkan pemeriksaan nefrologi lebih lanjut. Dr. Hong kemudian menemukan pasien mengalami kelelahan dan perubahan rasa, sering merasa makanan tidak cukup asin. Berdasarkan kombinasi gejala tersebut, pria itu diduga mengalami keracunan logam berat, yang kemudian dikonfirmasi sebagai keracunan timbal.

Setelah penyelidikan lebih lanjut terhadap kebiasaannya, ditemukan bahwa pria tersebut telah menggunakan termos berinsulasi yang sama untuk minum kopi hampir setiap hari selama lebih dari 10 tahun. Saat itu, lapisan dalam botol sudah rusak parah, dengan goresan, retakan, dan bahkan tanda-tanda karat. Namun, ia terus menggunakannya untuk minuman panas.

Menurut Dr. Hong, ketika lapisan dalam botol berinsulasi menua atau terbuat dari bahan berkualitas rendah, penggunaan jangka panjang dengan minuman panas dapat menyebabkan logam larut ke dalam cairan, berpotensi merusak sistem saraf dan ginjal.

Setelah kecelakaan itu, Dr. Hong mengungkapkan bahwa pria tersebut akhirnya mengidap gejala progresif seperti demensia dan kondisinya terus memburuk. Ia juga menderita pneumonia aspirasi yang disebabkan oleh tersedak lalu meninggal sekitar setahun setelah kecelakaan.

Saran Penggunaan Tumbler
Pakar medis kini mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati menggunakan botol minum. Dilansir 8days, termos atau tumbler tidak cocok untuk semua jenis minuman. Menurut saran ahli kesehatan, minuman kaya protein seperti susu kedelai dan susu sapi sebaiknya tidak disimpan di dalam botol terlalu lama. Ada baiknya langsung dikonsumsi dalam waktu dua jam untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Sedangkan menyimpan minuman asam atau basa seperti jus, kopi, teh, air lemon, dan obat herbal juga dapat meningkatkan risiko pelepasan logam jika disimpan dalam termos lama atau rusak dalam jangka waktu panjang. Tentu saja, penting juga untuk mencuci botol secara menyeluruh dan, jika ingin lebih aman, gunakan hanya untuk air putih.

Saran lainnya adalah untuk secara teratur memeriksa kondisi botol dan segera menggantinya jika ada tanda-tanda perubahan warna, karat, atau goresan.

Dilansir Sing Tao Daily, direkomendasikan juga untuk memilih baja tahan karat kelas 304 untuk ketahanan karat yang lebih baik. Pilih botol dengan tutup dan segel silikon daripada yang plastik, dan siapkan termos baru sebelum digunakan dengan mengisinya dengan air sabun hangat dan membiarkannya terendam semalaman untuk membantu menghilangkan sisa bahan kimia.

 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Inilah Kisah Pria Keracunan karena Minum Kopi dari Botol Minum yang 'Kadaluarsa

Trending Now