Langkah preventif ini menyasar pusat-pusat keramaian, jalur sepi yang rawan aksi pembegalan, kawasan obyek vital, hingga pemukiman padat penduduk. Kehadiran tim taktis di lapangan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak pidana seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta aksi premanisme dan tawuran remaja.
Saat dikonfirmasi pada Kamis pagi, Kapolres Jepara melalui Kasat Reskrim AKP Octavian Andika membenarkan adanya peningkatan intensitas patroli malam tersebut. Menurutnya, pergerakan Tim URC ini merupakan respons cepat kepolisian dalam memberikan rasa aman secara nyata kepada masyarakat Jepara.
"Benar, sejak Rabu malam hingga dini hari tadi, Tim URC Satreskrim sengaja kami terjunkan untuk menyisir wilayah-wilayah rawan. Fokus kami adalah pencegahan dini. Kami ingin memastikan masyarakat yang masih beraktivitas di malam hari maupun yang sedang beristirahat merasa aman dan nyaman," ujar AKP Octavian Andika.
Selain melakukan pengawasan melekat pada jalur-jalur rawan, personel Tim URC juga melakukan pendekatan dialogis. Mereka menyempatkan diri menyambangi warga yang sedang ronda malam maupun pemuda yang kedapatan masih nongkrong di atas jam wajar.
Dalam kesempatan tersebut, petugas memberikan imbauan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) secara humanis serta meminta para pemuda untuk segera kembali ke rumah masing-masing demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. AKP Octavian Andika menegaskan bahwa patroli serupa akan terus dirutinkan dengan pola waktu dan rute yang diacak.
"Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan di Jepara. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan ke call center kepolisian atau polsek terdekat jika melihat ada hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar," pungkasnya.

